c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Renungan

Tuhan Melihat Kebenaran, tetapi Menunggu

LT
Leo Tolstoy

Diterbitkan 12 Agustus 2026 • 3 Menit Baca

Di kota Vladimir hiduplah seorang saudagar muda bernama Ivan Dmitrich Aksionov. Ia punya dua toko dan sebuah rumah. Ia periang, suka bernyanyi, dan dahulu sering minum, tetapi setelah menikah ia berhenti minum kecuali sesekali.

Suatu musim panas, ia hendak pergi ke pekan raya di Nizhny. Istrinya memohon agar ia tak pergi. "Semalam aku bermimpi buruk," katanya. "Kau pulang dan rambutmu sudah putih semua." Aksionov tertawa dan tetap berangkat.

Di tengah perjalanan ia bermalam di sebuah penginapan bersama seorang saudagar lain. Subuh-subuh ia berangkat lebih dulu. Beberapa jam kemudian, polisi mengejarnya. Saudagar yang bermalam bersamanya ditemukan tewas dengan leher tergorok, dan uangnya hilang. Mereka menggeledah tas Aksionov dan menemukan sebilah pisau berlumuran darah.

Aksionov gemetar. "Itu bukan pisauku!" serunya. Tetapi suaranya yang terbata-bata justru membuatnya tampak bersalah. Ia ditangkap, diadili, dicambuk, dan dibuang ke Siberia untuk kerja paksa.

Istrinya menjenguknya di penjara sebelum ia berangkat. Dengan air mata berlinang, ia bertanya pelan, "Vanya, katakan jujur padaku. Bukan kau yang melakukannya, kan?"

Aksionov menunduk. Bahkan istrinya pun meragukannya. Setelah istrinya pergi, ia berkata dalam hati, "Hanya Tuhan yang tahu kebenarannya. Hanya kepada-Nya aku akan memohon, dan hanya dari-Nya aku mengharap belas kasihan."

Dua puluh enam tahun ia hidup di Siberia. Rambutnya memutih, tubuhnya membungkuk. Ia tak pernah lagi tertawa, tetapi ia sering berdoa. Para tahanan dan penjaga menghormatinya dan memanggilnya "Kakek" atau "Orang Suci".

Suatu hari datang rombongan tahanan baru. Salah satunya lelaki tua bernama Makar Semyonich. Ketika bercerita tentang dirinya, Makar menyebut kota Vladimir, dan sedikit demi sedikit Aksionov menyadari bahwa lelaki inilah yang sebenarnya membunuh saudagar itu dan menyelipkan pisau ke dalam tasnya.

Malam itu Aksionov tak bisa tidur. Ia membayangkan istrinya, anak-anaknya yang tumbuh tanpa ayah, dan dirinya yang dulu periang. Amarah membakar dadanya. Ia ingin membalas dendam.

Beberapa hari kemudian, Aksionov memergoki Makar sedang menggali terowongan untuk melarikan diri. Makar mengancamnya. "Diam kau, Kakek. Kalau kau bocorkan, aku akan membunuhmu."

Penjaga menemukan terowongan itu dan menginterogasi para tahanan. Tak ada yang mengaku. Akhirnya kepala penjara bertanya kepada Aksionov, yang dikenal tak pernah berbohong. "Kakek, katakan kepada kami, siapa yang menggali terowongan ini?"

Aksionov memandang Makar. Inilah kesempatan untuk membalas. Tetapi bibirnya bergetar. "Aku tak bisa mengatakannya, Tuan," jawabnya. "Tuhan tak menghendakiku berkata. Lakukan apa saja padaku."

Malam itu Makar datang ke balai-balai Aksionov dan berlutut. "Ivan Dmitrich, maafkan aku! Akulah yang membunuh saudagar itu. Aku akan mengaku, dan kau akan dibebaskan."

"Mudah bagimu berkata begitu," jawab Aksionov, "tetapi aku sudah menderita dua puluh enam tahun. Ke mana aku harus pulang sekarang? Istriku sudah meninggal, anak-anakku sudah melupakanku."

Makar menangis tersedu-sedu dan membenturkan kepalanya ke lantai. "Ampuni aku! Melihatmu diam tadi lebih menyiksaku daripada cambukan." Melihat tangis itu, hati Aksionov pun luluh, dan ia ikut menangis. "Tuhan akan mengampunimu," katanya. "Barangkali aku seratus kali lebih buruk darimu." Pada saat itu hatinya terasa ringan, dan kerinduannya untuk pulang pun lenyap.

Makar mengakui kejahatannya. Tetapi ketika surat perintah pembebasan Aksionov tiba, lelaki tua itu sudah meninggal dengan tenang.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Бог правду видит, да не скоро скажет (God Sees the Truth, But Waits)” karya Leo Tolstoy (Rusia, 1872). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

LT

Tentang Penulis: Leo Tolstoy

Sastrawan besar Rusia (1828–1910).

Lihat Semua Karya Leo Tolstoy →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Renungan

Majikan dan Pelayannya
Renungan 3 Menit Baca

Majikan dan Pelayannya

Vasili Andreevich Brekhunov adalah saudagar kaya yang serakah. Suatu hari di musim dingin, ia bergegas hendak membeli sebidang hutan dengan harga murah sebelum didahului pesaingnya. Meski badai salju...

Daun Terakhir
Renungan 4 Menit Baca

Daun Terakhir

Di sebuah kawasan kecil di Greenwich Village, New York, tempat para seniman tinggal di loteng-loteng murah, Sue dan Johnsy menyewa sebuah studio di lantai tiga. Mereka bertemu di sebuah restoran dan m...