c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Tiga Warna Danau Kelimutu

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 21 Juni 2026 • 2 Menit Baca

Di puncak Gunung Kelimutu di Pulau Flores, terdapat tiga danau kawah yang airnya berwarna berbeda-beda dan dapat berubah dari waktu ke waktu. Kadang merah, kadang hijau, kadang biru, kadang hitam. Masyarakat Lio percaya ketiga danau itu adalah tempat peristirahatan jiwa-jiwa orang yang telah meninggal.

Menurut penuturan para tetua, dahulu di kawasan itu hidup seorang raja yang bijaksana bernama Konde Ratu. Ia menjaga ketenteraman kampung-kampung di sekitar gunung. Di antara rakyatnya ada dua orang yang terkenal: Ata Bupu, seorang yang baik hati dan suka menolong, dan Ata Polo, seorang penyihir jahat yang suka memangsa manusia.

Suatu hari, sepasang anak muda yatim piatu bernama Ana Kalo datang kepada Ata Bupu meminta perlindungan. Mereka baru saja kehilangan orang tua dan tak punya tempat bernaung. Ata Bupu menerima mereka dengan tangan terbuka dan menyembunyikan mereka dari Ata Polo yang mencium kedatangan mereka.

Ata Polo datang ke rumah Ata Bupu dan menuntut agar kedua anak itu diserahkan. Ata Bupu menolak. "Mereka di bawah perlindunganku," katanya. "Kau harus melangkahi aku dulu."

Ata Polo tak berani melawan Ata Bupu secara langsung. Ia menunggu, dan diam-diam mengawasi. Ata Bupu tahu Ata Polo tak akan menyerah. Suatu malam, ia membawa kedua anak itu melarikan diri ke puncak gunung. Ata Polo mengejar mereka.

Di puncak Kelimutu, bumi bergetar. Tanah tempat Ata Polo berdiri runtuh dan menelannya ke dalam perut gunung. Dari lubang itu muncul sebuah danau yang airnya merah kehitaman. Ata Bupu, yang telah menunaikan tugasnya, juga menghilang ke dalam bumi, dan di tempatnya muncul danau yang airnya biru jernih. Sedangkan kedua anak yatim itu lenyap dalam sebuah danau yang airnya hijau.

Masyarakat Lio kemudian menamai ketiga danau itu. Tiwu Ata Polo, danau untuk jiwa orang-orang yang semasa hidupnya berbuat jahat. Tiwu Ata Mbupu, danau untuk jiwa para orang tua yang meninggal dengan baik. Dan Tiwu Nuwa Muri Koo Fai, danau untuk jiwa para muda-mudi.

Hingga kini, setiap tahun masyarakat Lio menggelar upacara adat untuk memberi makan para leluhur di tepi danau. Legenda Kelimutu mengajarkan bahwa setiap perbuatan di dunia akan menentukan ke mana jiwa kita berpulang.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Danau Kelimutu” (Ende, Nusa Tenggara Timur). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Legenda Malin Kundang
Legenda 3 Menit Baca

Legenda Malin Kundang

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terk...