c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Joko Kendil

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 9 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa, hiduplah seorang janda miskin bernama Mbok Rondo. Ia sangat mendambakan seorang anak. Setelah bertahun-tahun berdoa, ia akhirnya melahirkan seorang bayi laki-laki. Tetapi bayi itu berbeda: tubuhnya bulat seperti kendil, periuk tanah liat untuk menanak nasi. Mbok Rondo tak peduli. Ia menyayanginya sepenuh hati dan menamainya Joko Kendil.

Joko Kendil tumbuh menjadi anak yang cerdas, jenaka, dan penuh akal. Meski bentuknya aneh dan sering diejek orang, ia tak pernah marah. Ia justru suka menolong siapa saja.

Suatu hari, raja di negeri itu mengumumkan bahwa ia akan menikahkan ketiga putrinya. Joko Kendil, yang sudah beranjak dewasa, berkata kepada ibunya, "Mbok, lamarlah salah satu putri raja untukku."

Mbok Rondo terkejut. "Nak, kau ini kendil. Mana mungkin putri raja mau menikah denganmu?"

"Coba saja, Mbok," kata Joko Kendil sambil tersenyum.

Dengan berat hati, Mbok Rondo pergi ke istana. Raja dan para bangsawan menertawakannya. Kedua putri yang tertua menolak dengan kasar dan mengejek. Tetapi putri bungsu, yang paling baik hati, terdiam. Ia pernah mendengar tentang Joko Kendil yang suka menolong orang miskin. "Aku bersedia menikah dengannya," katanya pelan.

Semua orang terperangah. Raja tak bisa menarik ucapannya, dan pernikahan pun dilangsungkan. Kedua kakak sang putri terus mengejek adik mereka yang menikah dengan kendil.

Pada malam pernikahan, putri bungsu menangis diam-diam di kamarnya. Tiba-tiba ia melihat cahaya. Dari dalam tubuh kendil itu keluar seorang pemuda yang sangat tampan. "Jangan menangis, istriku," katanya. "Aku adalah Joko Kendil. Aku sebenarnya putra dewa yang dikutuk hidup dalam kendil. Kutukan ini hanya bisa hilang bila ada seorang putri yang tulus mau menikahiku tanpa melihat rupaku."

Esok harinya, raja mengadakan lomba ketangkasan berkuda untuk ketiga menantunya. Seorang ksatria tampan tak dikenal muncul dan memenangkan semua lomba. Kedua kakak sang putri terpesona dan menyesal telah menolak lamaran Joko Kendil. Ketika ksatria itu turun dari kudanya dan menghampiri putri bungsu, barulah semua orang tahu bahwa ia adalah Joko Kendil.

Joko Kendil membakar kulit kendilnya agar tak bisa kembali ke wujud lamanya. Ia dan putri bungsu hidup bahagia, dan Mbok Rondo diboyong ke istana. Kisah Joko Kendil mengajarkan bahwa ketulusan yang tak memandang rupa akan selalu mendapatkan balasan yang indah.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Joko Kendil” (Jawa Tengah). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Si Lancang
Legenda 2 Menit Baca

Si Lancang

Di daerah Kampar, Riau, hiduplah seorang janda miskin bersama anak laki-lakinya yang bernama Lancang. Mereka tinggal di gubuk reyot dan bekerja sebagai buruh tani. Hidup mereka sangat sederhana, kadan...