c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Cindelaras dan Ayam Jagonya

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 30 Juni 2026 • 2 Menit Baca

Raden Putra, raja Kerajaan Jenggala, memiliki seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang licik. Selir itu iri pada permaisuri dan ingin menggantikan kedudukannya. Ia bersekongkol dengan seorang tabib istana. Suatu hari selir itu pura-pura sakit parah, dan tabib mengatakan kepada raja bahwa permaisuri telah meracuninya.

Raja murka dan percaya begitu saja. Ia memerintahkan patihnya untuk membuang permaisuri ke tengah hutan dan membunuhnya. Patih itu tahu permaisuri tak bersalah. Ia membawa permaisuri ke hutan, tetapi tak membunuhnya. Ia membangunkan sebuah gubuk untuknya, lalu melaporkan kepada raja bahwa tugasnya sudah selesai, dengan pedang yang ia lumuri darah kelinci.

Saat dibuang, permaisuri sedang mengandung. Di hutan itu ia melahirkan seorang bayi laki-laki yang ia beri nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi anak yang cerdas, tampan, dan bersahabat dengan binatang-binatang hutan.

Suatu hari seekor rajawali menjatuhkan sebutir telur di dekat Cindelaras. Ia merawatnya hingga menetas menjadi seekor anak ayam. Ayam itu tumbuh menjadi ayam jago yang gagah, dan yang aneh, kokoknya berbunyi seperti sebuah syair: "Kukuruyuk... tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra!"

Cindelaras heran dan menanyakannya kepada ibunya. Permaisuri akhirnya menceritakan semua kisah mereka. Cindelaras bertekad pergi ke istana.

Dalam perjalanan, ia mengadu ayamnya dengan ayam-ayam jago di setiap desa, dan ayamnya tak pernah kalah. Kabar tentang ayam sakti itu sampai ke telinga Raden Putra, yang gemar menyabung ayam. Raja menantang Cindelaras. "Bila ayammu kalah, kepalamu taruhannya. Bila menang, separuh kerajaanku menjadi milikmu."

Ayam Cindelaras menang dengan mudah. Setelah pertandingan, ayam itu berkokok nyaring, "Kukuruyuk... tuanku Cindelaras, rumahnya di tengah hutan rimba, atapnya daun kelapa, ayahnya Raden Putra!"

Raja tertegun. Ia memanggil Cindelaras dan menanyakan asal-usulnya. Cindelaras menceritakan semuanya. Patih yang setia pun maju dan mengakui bahwa ia tak pernah membunuh permaisuri.

Raden Putra sangat menyesal. Ia memerintahkan penyelidikan, dan kejahatan selir serta tabib itu terbongkar. Keduanya dihukum. Permaisuri dijemput dari hutan dan dikembalikan ke istana dengan kehormatan penuh. Kelak Cindelaras menggantikan ayahnya menjadi raja yang adil dan bijaksana.

Kisah Cindelaras mengajarkan bahwa kebenaran tak bisa dikubur selamanya, dan bahwa seorang pemimpin harus berhati-hati sebelum memercayai tuduhan.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Cindelaras” (Jawa Timur). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Kebo Iwa
Legenda 2 Menit Baca

Kebo Iwa

Di Bali pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri. Mereka kaya, hanya saja mereka belum mempunyai anak. Suatu hari mereka pergi ke pura. Mereka memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keturu...