Kerajaan Majapahit pernah dipimpin oleh seorang ratu muda yang cantik bernama Ratu Kencana Wungu. Pada masa pemerintahannya, seorang adipati dari Blambangan bernama Minakjinggo memberontak. Minakjinggo sakti dan bertubuh besar, dengan wajah yang menakutkan. Ia ingin menguasai Majapahit dan menikahi sang ratu.
Pasukan Majapahit dikirim berkali-kali, tetapi selalu kalah. Minakjinggo memiliki senjata pusaka bernama Gada Wesi Kuning yang membuatnya tak terkalahkan. Ratu Kencana Wungu gelisah. Ia mengumumkan sayembara: siapa pun yang bisa mengalahkan Minakjinggo akan dijadikan suaminya.
Di istana Patih Logender, bekerja seorang pemuda miskin bernama Damarwulan sebagai tukang rumput. Ia sebenarnya keponakan sang patih, tetapi kedua putra patih, Layang Seta dan Layang Kumitir, iri padanya dan memperlakukannya dengan buruk. Hanya putri patih, Anjasmara, yang baik hati kepadanya, dan keduanya saling mencintai.
Damarwulan memberanikan diri mengikuti sayembara. Ia berangkat ke Blambangan seorang diri. Di sana, ia menyusup ke istana Minakjinggo dan berkenalan dengan dua selir Minakjinggo, Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Kedua selir itu sebenarnya tak bahagia dengan Minakjinggo yang kasar. Mereka terpikat pada Damarwulan yang santun, dan mau membantunya.
Diam-diam kedua selir itu mencuri Gada Wesi Kuning ketika Minakjinggo tertidur, dan memberikannya kepada Damarwulan. Tanpa pusakanya, Minakjinggo kehilangan kekuatan. Dalam pertarungan yang sengit, Damarwulan berhasil mengalahkannya dan membawa kepalanya sebagai bukti ke Majapahit.
Tetapi di tengah jalan, Layang Seta dan Layang Kumitir menghadangnya. Mereka memukul Damarwulan hingga pingsan, merampas kepala Minakjinggo, dan membawanya ke istana sambil mengaku bahwa merekalah yang mengalahkan Minakjinggo.
Damarwulan ditolong seorang pertapa dan sembuh. Ia datang ke istana dan menantang kedua sepupunya. Ratu Kencana Wungu memerintahkan mereka bertarung di hadapan seluruh istana untuk membuktikan kebenaran. Damarwulan mengalahkan keduanya dengan mudah, dan kebohongan mereka terbongkar.
Ratu Kencana Wungu menepati janjinya dan menikahi Damarwulan, yang kemudian diangkat menjadi raja Majapahit. Anjasmara pun diboyong ke istana. Kisah Damarwulan dipentaskan dalam kesenian langendriyan dan ketoprak, mengajarkan bahwa kebenaran dan ketulusan akan menang atas kecurangan, sekalipun jalan menuju ke sana penuh rintangan.