c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Situ Bagendit

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 1 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa di Garut, hiduplah seorang janda kaya raya bernama Nyai Endit. Sawahnya terhampar sejauh mata memandang, dan lumbung padinya selalu penuh. Namun kekayaannya berbanding terbalik dengan kemurahan hatinya. Nyai Endit terkenal kikir dan kejam.

Ketika musim paceklik tiba, warga desa kelaparan. Mereka terpaksa membeli beras dari Nyai Endit dengan harga yang mencekik. Mereka yang tak mampu membayar dipaksa bekerja di sawahnya tanpa upah yang layak. Nyai Endit tak peduli; baginya yang penting lumbungnya makin penuh.

Suatu hari, Nyai Endit menggelar pesta besar untuk merayakan panennya yang melimpah. Ia mengundang para pejabat dan orang kaya. Aroma masakan menguar ke seluruh desa, membuat perut warga yang lapar makin perih.

Di tengah pesta, datanglah seorang kakek tua berpakaian compang-camping. Tubuhnya kurus, dan ia membawa sebatang tongkat. "Nyai," katanya lirih, "berilah aku sedikit makanan. Sudah tiga hari aku tak makan."

Nyai Endit memandangnya dengan jijik. "Pergi kau, pengemis! Jangan kotori pestaku!" Ia menyuruh para pengawalnya mengusir kakek itu.

Kakek itu tidak marah. Ia hanya menancapkan tongkatnya ke tanah di halaman rumah Nyai Endit. "Kalau begitu, cabutlah tongkat ini," katanya.

Nyai Endit tertawa dan menyuruh pengawalnya mencabut tongkat itu. Tak ada yang berhasil. Nyai Endit sendiri mencoba, tetapi tongkat itu tak bergeming sedikit pun. Akhirnya kakek itu mencabutnya dengan mudah.

Dari lubang bekas tongkat itu menyembur air dengan deras. Air terus memancar, membanjiri halaman, rumah, lumbung, dan sawah Nyai Endit. Ia berlari menyelamatkan perhiasannya, tetapi air naik terlalu cepat. Nyai Endit dan seluruh hartanya tenggelam.

Tempat itu kemudian menjadi sebuah danau yang dinamai Situ Bagendit, dari nama Nyai Endit. Orang Garut menuturkan kisah ini sebagai pengingat bahwa harta yang tak dibagi hanya akan menenggelamkan pemiliknya, dan bahwa kemurahan hati adalah kekayaan yang sesungguhnya.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Situ Bagendit” (Garut, Jawa Barat). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda