c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Kucing Bersepatu Bot

CP
Charles Perrault

Diterbitkan 27 Juli 2026 • 3 Menit Baca

Seorang tukang giling gandum meninggal dunia dan mewariskan hartanya kepada tiga orang putranya. Si sulung mendapat penggilingan, si tengah mendapat keledai, dan si bungsu hanya mendapat seekor kucing.

Si bungsu termenung sedih. "Kakak-kakakku bisa bekerja dengan warisan mereka," keluhnya. "Sedangkan aku? Setelah kumakan kucing ini, aku akan mati kelaparan."

Kucing itu mendengarnya dan berkata dengan tenang, "Jangan sedih, Tuan. Berikan saja aku sebuah karung dan sepasang sepatu bot supaya aku bisa berjalan di semak berduri. Tuan akan lihat bahwa warisan Tuan tidak seburuk yang Tuan kira."

Meskipun ragu, si bungsu menurutinya. Dengan sepatu bot barunya, kucing itu pergi ke hutan. Ia menaruh sayuran di dalam karung dan berpura-pura mati. Tak lama kemudian seekor kelinci muda masuk ke karung, dan kucing menangkapnya.

Kucing itu membawa kelinci tersebut ke istana. "Paduka Raja," katanya sambil membungkuk, "ini hadiah dari tuanku, Marquis de Carabas." Nama itu ia karang sendiri. Raja senang menerimanya. Berbulan-bulan kucing itu terus membawa hadiah atas nama Marquis de Carabas.

Suatu hari kucing mendengar bahwa raja dan putrinya akan berjalan-jalan di tepi sungai. "Tuan, mandilah di sungai itu dan serahkan sisanya padaku," katanya. Ketika kereta raja lewat, kucing berteriak, "Tolong! Tolong! Marquis de Carabas tenggelam!" Kucing menyembunyikan pakaian tuannya di balik batu dan mengaku pakaian itu dicuri perampok.

Raja segera memberi Marquis pakaian terbaik dari istana. Dalam pakaian itu, si bungsu tampak sangat gagah, dan sang putri langsung jatuh hati.

Sementara itu kucing berlari mendahului kereta. Kepada para petani di ladang, ia berpesan, "Kalau raja bertanya, katakan ladang ini milik Marquis de Carabas. Kalau tidak, kalian akan celaka!" Para petani yang ketakutan menurut. Raja kagum melihat betapa luas tanah milik Marquis.

Tanah itu sebenarnya milik seorang raksasa sakti yang tinggal di kastil megah. Kucing mendatangi kastil itu dan memuji-muji sang raksasa. "Katanya Tuan bisa berubah menjadi binatang apa pun. Tapi pasti Tuan tak bisa berubah menjadi binatang sekecil tikus, bukan?"

Raksasa yang sombong itu tertawa dan langsung berubah menjadi seekor tikus. Kucing menerkam dan memakannya dalam sekejap.

Ketika kereta raja tiba, kucing menyambut di gerbang. "Selamat datang di kastil Marquis de Carabas!" Raja sangat terkesan, dan hari itu juga ia menikahkan putrinya dengan si bungsu.

Kucing itu hidup mewah dan tak perlu lagi menangkap tikus, kecuali untuk bersenang-senang. Kisah ini selalu mengundang tawa, sekaligus mengingatkan bahwa kecerdikan dan kesetiaan seekor sahabat kadang lebih berharga daripada warisan mana pun.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Le Maître chat ou le Chat botté” karya Charles Perrault (Histoires ou contes du temps passé, Prancis, 1697). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

CP

Tentang Penulis: Charles Perrault

Penulis Prancis (1628–1703), perintis dongeng sastra Eropa.

Lihat Semua Karya Charles Perrault →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Humor

Uang Kertas Sejuta Pound
Humor 3 Menit Baca

Uang Kertas Sejuta Pound

Pada usia dua puluh tujuh tahun, aku bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor pialang di San Francisco. Suatu hari Minggu, aku berlayar ke teluk dengan perahu kecil, dan terbawa terlalu jauh ke lau...