c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Hans yang Beruntung

GB
Grimm Bersaudara

Diterbitkan 30 Juli 2026 • 3 Menit Baca

Hans telah bekerja pada majikannya selama tujuh tahun. Suatu hari ia berkata, "Tuan, masa kerja saya sudah selesai. Saya ingin pulang menemui ibu saya. Berikanlah upah saya." Majikannya memberinya sebongkah emas sebesar kepala Hans.

Hans membungkus emas itu dengan sapu tangan, memanggulnya di bahu, dan berjalan pulang. Tetapi emas itu berat sekali. Di tengah jalan ia melihat seorang penunggang kuda. "Enak sekali naik kuda," kata Hans. "Tak perlu lelah berjalan, dan sepatu tak cepat rusak."

"Kalau begitu, mari kita bertukar," kata penunggang kuda itu. "Kudaku untuk bongkahan emasmu." Hans senang sekali dan menyetujuinya.

Hans menunggang kuda dengan gembira. Tetapi ketika ia menyuruhnya berlari kencang, kuda itu melemparkannya ke parit. Seorang petani yang membawa sapi menangkap kuda itu. "Aku tak mau naik kuda lagi," kata Hans. "Sapimu jauh lebih baik. Ia berjalan pelan, dan aku bisa minum susunya setiap hari." Petani itu dengan senang hati menukar sapinya dengan kuda Hans.

Siang yang panas, Hans kehausan. Ia mencoba memerah sapinya, tetapi sapi itu sudah tua dan tak mengeluarkan susu. Bahkan sapi itu menendang kepalanya. Seorang tukang daging yang membawa babi muda lewat. "Sapi tua itu hanya cocok untuk disembelih," katanya. "Dagingnya pun alot." Hans menukar sapinya dengan babi muda itu.

Tak lama kemudian, ia bertemu seorang pemuda yang membawa angsa putih. Pemuda itu berbisik bahwa babi seperti itu baru saja dicuri dari desa sebelah, dan Hans bisa ditangkap. Hans ketakutan dan menukar babinya dengan angsa itu.

Di desa terakhir sebelum rumahnya, ia bertemu seorang pengasah gunting yang bernyanyi riang. "Kau pasti orang kaya," kata Hans. "Pekerjaanmu membuatmu gembira." Pengasah itu menawarkan batu asahnya ditukar dengan angsa Hans. "Dengan batu ini, kau bisa mencari uang di mana saja." Hans menukarnya dengan senang hati, dan pengasah itu bahkan menambahkan sebongkah batu biasa.

Batu-batu itu berat. Hans berjalan dengan susah payah. Ketika ia berhenti untuk minum di sebuah sumur, batu-batu itu tergelincir dan jatuh ke dalam sumur. Hans memandanginya tenggelam, lalu melompat kegirangan.

"Aku orang paling beruntung di dunia!" serunya sambil berlutut dan berterima kasih kepada Tuhan. "Aku sudah terbebas dari semua beban yang berat!"

Dengan hati ringan dan tangan kosong, Hans berlari pulang hingga tiba di rumah ibunya.

Dongeng jenaka ini sering ditertawakan karena Hans tampak bodoh. Tetapi di baliknya ada renungan: Hans pulang tanpa harta, namun dengan hati yang paling bahagia. Kebahagiaan kadang bukan soal apa yang kita miliki, melainkan soal seberapa ringan hati kita.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Hans im Glück” karya Grimm Bersaudara (Kinder- und Hausmärchen, Jerman, 1819). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

GB

Tentang Penulis: Grimm Bersaudara

Jacob (1785–1863) dan Wilhelm Grimm (1786–1859), pengumpul dongeng rakyat Jerman.

Lihat Semua Karya Grimm Bersaudara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Humor

Uang Kertas Sejuta Pound
Humor 3 Menit Baca

Uang Kertas Sejuta Pound

Pada usia dua puluh tujuh tahun, aku bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor pialang di San Francisco. Suatu hari Minggu, aku berlayar ke teluk dengan perahu kecil, dan terbawa terlalu jauh ke lau...