c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Putri Ular dari Simalungun

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 24 Juni 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah kerajaan di tanah Simalungun, hiduplah seorang putri raja yang sangat cantik. Rambutnya panjang dan hitam berkilau, kulitnya bersih, dan senyumnya membuat siapa pun terpesona. Ia sangat menyadari kecantikannya, dan setiap hari ia menghabiskan waktu berjam-jam di tepi kolam, memandangi bayangannya di air.

Kabar kecantikan sang putri sampai ke kerajaan tetangga. Seorang raja muda mengirim utusan untuk melamarnya. Raja Simalungun menerima lamaran itu dengan gembira, dan hari pernikahan pun ditetapkan.

Sang putri sangat bahagia. Ia makin sering bersolek. Suatu sore, ia mandi di kolam taman istana ditemani dayang-dayangnya. Ia mencuci rambutnya dengan air bunga dan memandangi wajahnya di permukaan air. "Tak ada yang lebih cantik dariku di negeri ini," gumamnya bangga.

Tanpa sengaja, ia melanggar pantangan yang sudah lama diingatkan ibunya: jangan memetik bunga atau pucuk tanaman di taman itu ketika sedang mandi. Karena ingin tampak lebih cantik, ia memetik pucuk sebuah pohon dan menyelipkannya di rambut.

Tiba-tiba ia merasakan gatal di sekujur tubuhnya. Kulitnya memerah dan bersisik. Ia menjerit ketakutan. Para dayang berlari memanggil raja dan permaisuri. Ketika mereka tiba, kaki sang putri sudah berubah menjadi ekor ular yang panjang.

"Ayah, Ibu, tolong aku!" tangisnya. Tetapi tak ada yang bisa menolong. Perlahan, sisik merambat naik ke pinggang, ke dada, hingga ke leher. Sebelum kepalanya berubah, sang putri berkata dengan air mata berlinang, "Maafkan aku, Ayah, Ibu. Aku terlalu sombong dengan kecantikanku. Jangan bersedih. Biarlah aku tinggal di hutan. Aku tak akan mengganggu siapa pun."

Seluruh tubuhnya berubah menjadi seekor ular besar yang indah. Ular itu melata perlahan meninggalkan istana dan menghilang ke dalam hutan.

Raja dan permaisuri sangat berduka. Pernikahan pun dibatalkan. Sejak saat itu, rakyat Simalungun menuturkan kisah Putri Ular kepada anak-anak mereka, agar mereka tak menyombongkan kecantikan dan kelebihan diri, dan agar mereka selalu menghormati nasihat orang tua.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Putri Ular” (Simalungun, Sumatra Utara). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda