c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Khotbah Nasreddin Hoja

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 13 Agustus 2026 • 2 Menit Baca

Suatu hari Jumat, penduduk kota Akşehir meminta Nasreddin Hoja memberikan khotbah di masjid. Nasreddin sebenarnya tak suka berkhotbah dan tak menyiapkan apa-apa. Tetapi karena didesak, ia naik ke mimbar.

"Wahai saudara-saudaraku," katanya, "apakah kalian tahu apa yang akan kukatakan kepada kalian hari ini?"

Jamaah saling berpandangan. "Tidak, Hoja. Kami tidak tahu," jawab mereka.

"Kalau kalian tidak tahu apa yang akan kukatakan," kata Nasreddin, "untuk apa aku berbicara kepada orang-orang yang tak tahu apa-apa? Tak ada gunanya." Ia turun dari mimbar dan pulang.

Jamaah kebingungan. Minggu berikutnya, mereka bersepakat untuk menjawab berbeda. Nasreddin naik ke mimbar lagi. "Wahai saudara-saudaraku, apakah kalian tahu apa yang akan kukatakan kepada kalian hari ini?"

"Ya, Hoja, kami tahu!" jawab mereka serempak.

"Kalau kalian sudah tahu apa yang akan kukatakan," kata Nasreddin, "tak ada gunanya aku mengatakannya lagi. Aku tak mau membuang waktu kalian." Ia pun turun dari mimbar dan pulang lagi.

Jamaah makin bingung. Mereka berkumpul dan berunding panjang. Akhirnya mereka menemukan jawaban yang menurut mereka pasti tak bisa dielakkan.

Jumat berikutnya, Nasreddin naik ke mimbar untuk ketiga kalinya. "Wahai saudara-saudaraku, apakah kalian tahu apa yang akan kukatakan kepada kalian hari ini?"

Separuh jamaah menjawab, "Ya, kami tahu!" Separuh lagi menjawab, "Tidak, kami tidak tahu!"

Nasreddin tersenyum lebar. "Bagus sekali! Kalau begitu, yang sudah tahu, tolong beritahu yang belum tahu." Lalu ia turun dari mimbar dan pulang dengan tenang.

Jamaah terdiam, lalu tertawa. Mereka sadar sudah dikalahkan oleh akal Nasreddin tiga kali berturut-turut.

Di balik kelucuannya, kisah ini menyimpan pesan yang dalam: ilmu yang paling berharga adalah ilmu yang dibagikan. Orang yang tahu seharusnya mengajari yang belum tahu, dan kita tak selalu harus menunggu seorang guru di atas mimbar untuk saling belajar.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Nasreddin Hoca'nın Vaazı” (kisah jenaka Nasreddin Hoja, Turki). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Humor

Uang Kertas Sejuta Pound
Humor 3 Menit Baca

Uang Kertas Sejuta Pound

Pada usia dua puluh tujuh tahun, aku bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor pialang di San Francisco. Suatu hari Minggu, aku berlayar ke teluk dengan perahu kecil, dan terbawa terlalu jauh ke lau...

HRD
Humor 2 Menit Baca

HRD

Suatu hari, si Doel, ingin meminta tambahan gaji.. dikarenakan dia merasa pekerjaan2 yang dilakukannya sangat-lah berat. Maka dia mengirim lampiran pada manajer HRd.. berikut pesan-nya... Bersama deng...

Polisi dan Kidung Gereja
Humor 4 Menit Baca

Polisi dan Kidung Gereja

Soapy gelisah di bangku taman Madison Square. Ketika angsa liar terbang tinggi di malam hari, ketika perempuan-perempuan tanpa mantel bulu menjadi lebih sayang pada suami mereka, dan ketika Soapy geli...

Jendela yang Terbuka
Humor 4 Menit Baca

Jendela yang Terbuka

"Bibi saya akan turun sebentar lagi, Tuan Nuttel," kata seorang gadis lima belas tahun yang sangat tenang. "Sementara itu, Tuan harus rela ditemani saya." Framton Nuttel berusaha m...