c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Hantu Canterville

OW
Oscar Wilde

Diterbitkan 12 September 2026 • 3 Menit Baca

Ketika Tuan Hiram B. Otis, seorang menteri Amerika, membeli Istana Canterville di Inggris, semua orang memperingatkannya bahwa istana itu berhantu. Bahkan Lord Canterville sendiri, sang pemilik lama, bercerita bahwa hantu itu sudah ada sejak tahun 1584 dan pernah membuat neneknya pingsan karena ketakutan.

"Saya akan membeli perabotnya sekaligus hantunya," kata Tuan Otis. "Saya dari negeri modern. Kalau hantu itu memang ada, kami pasti bisa memajangnya di museum."

Keluarga Otis pindah ke istana itu: Tuan dan Nyonya Otis, putra sulung mereka Washington, putri mereka yang cantik Virginia, dan dua anak kembar yang sangat nakal.

Pada hari pertama, mereka menemukan noda darah merah di lantai perpustakaan. Pelayan tua bercerita bahwa noda itu adalah darah Lady Eleanore de Canterville, yang dibunuh suaminya, Sir Simon, pada tahun 1575. Sir Simon menghilang secara misterius sembilan tahun kemudian, dan arwahnya masih menghantui istana itu. Noda darah itu tak bisa dihapus.

"Omong kosong," kata Washington. Ia mengambil sebotol pembersih noda merek Pinkerton dan menghapus noda itu dalam sekejap.

Malam itu, hantu Sir Simon muncul. Ia menyeret rantai-rantai berkarat dan melolong dengan suara yang telah membuat ratusan orang pingsan selama tiga abad. Tuan Otis keluar dari kamarnya dengan tenang, memakai piyama. "Tuan yang terhormat, saya harus meminta Anda meminyaki rantai-rantai itu. Suaranya berisik sekali. Ini sebotol minyak pelumas Rising Sun. Saya akan menaruhnya di dekat lilin kamar tidur." Tuan Otis meletakkan botol itu di meja dan kembali tidur.

Hantu itu sangat tersinggung. Ia belum pernah dihina seperti itu selama tiga ratus tahun. Ia mencoba lagi. Ia muncul sebagai hantu tanpa kepala. Anak-anak kembar melemparinya dengan bantal. Ia menyamar sebagai "Jonas si Tak Berkubur" dengan tawa mengerikan. Nyonya Otis keluar dan menawarinya obat pencernaan karena mengira hantu itu sakit perut.

Setiap pagi, noda darah di perpustakaan muncul kembali, dan setiap pagi Washington menghapusnya lagi. Anehnya, warna noda itu berganti-ganti: kadang merah tua, kadang merah terang, bahkan pernah hijau zamrud. Hantu itu kehabisan cat merah dan mencuri cat lukis Virginia.

Anak-anak kembar memasang perangkap. Mereka menaruh ember air di atas pintu, menebar kulit kacang di lantai, dan membuat hantu palsu dari labu untuk menakut-nakutinya. Hantu Sir Simon, yang dulu ditakuti seluruh Inggris, kini sangat stres dan jatuh sakit karena keluarga Amerika yang tak mau takut.

Suatu sore, Virginia menemukan hantu itu duduk sedih di dekat jendela. Virginia, yang baik hati, merasa kasihan. "Aku ikut sedih," katanya. "Tapi kau memang jahat. Kau membunuh istrimu."

"Memang," jawab hantu itu. "Tapi istriku sangat jelek dan tak bisa memasak. Lagi pula, saudara-saudaranya membuatku mati kelaparan. Aku sudah dihukum." Ia lalu bercerita bahwa ia sudah tiga ratus tahun tak bisa tidur. Ia sangat lelah dan ingin beristirahat dengan tenang di Taman Kematian. "Tapi itu hanya bisa terjadi bila seorang gadis berhati murni menangis untukku, dan berdoa untuk jiwaku."

Virginia ragu, tetapi ia setuju. Ia menghilang bersama hantu itu melalui dinding. Seluruh keluarga panik mencarinya semalaman. Tengah malam, dinding terbuka dan Virginia muncul dengan wajah pucat, membawa sebuah peti kecil berisi perhiasan. Ia membawa keluarganya ke sebuah ruangan rahasia, di mana tergeletak kerangka Sir Simon yang terantai di dinding. Di dekatnya ada piring dan kendi kosong yang tak pernah bisa ia jangkau.

Sir Simon dimakamkan dengan layak. Di atas makamnya, pohon almond tua yang telah lama mati tiba-tiba berbunga. Sejak itu, hantu Canterville tak pernah muncul lagi. Virginia tak pernah menceritakan apa yang terjadi malam itu, hanya berkata, "Ia mengajarkanku apa itu Hidup, apa arti Kematian, dan mengapa Cinta lebih kuat dari keduanya."

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Canterville Ghost” karya Oscar Wilde (Inggris, 1887). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

OW

Tentang Penulis: Oscar Wilde

Penulis dan penyair Irlandia (1854–1900).

Lihat Semua Karya Oscar Wilde →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Humor

Si Gendut dan Si Kurus
Humor 3 Menit Baca

Si Gendut dan Si Kurus

Di stasiun kereta api Nikolayevsky, dua sahabat lama bertemu tanpa sengaja. Yang satu bertubuh gemuk. Ia baru saja makan siang di restoran stasiun, dan bibirnya masih berminyak, berkilau seperti buah...

Cinta Seorang Pialang Sibuk
Humor 2 Menit Baca

Cinta Seorang Pialang Sibuk

Pitcher, juru tulis kepercayaan di kantor Harvey Maxwell, seorang pialang saham, memperlihatkan sedikit rasa heran di wajahnya yang biasanya datar ketika majikannya masuk pukul setengah sepuluh pagi b...

Polisi dan Kidung Gereja
Humor 4 Menit Baca

Polisi dan Kidung Gereja

Soapy gelisah di bangku taman Madison Square. Ketika angsa liar terbang tinggi di malam hari, ketika perempuan-perempuan tanpa mantel bulu menjadi lebih sayang pada suami mereka, dan ketika Soapy geli...