c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Humor

Uang Kertas Sejuta Pound

MT
Mark Twain

Diterbitkan 7 September 2026 • 3 Menit Baca

Pada usia dua puluh tujuh tahun, aku bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor pialang di San Francisco. Suatu hari Minggu, aku berlayar ke teluk dengan perahu kecil, dan terbawa terlalu jauh ke laut. Sebuah kapal yang menuju London memungutku, dan aku harus bekerja sebagai kelasi untuk membayar ongkos. Ketika tiba di London, aku kumal, lapar, dan hanya punya satu dolar di saku.

Keesokan harinya, dalam keadaan kelaparan, aku melihat seorang anak kecil membuang buah pir yang sudah digigit ke selokan. Aku hampir memungutnya. Tepat saat itu, seorang pelayan dari sebuah rumah mewah memanggilku masuk.

Di dalam ada dua orang lelaki tua yang kaya, bersaudara, yang sedang bertaruh. Salah satu dari mereka berpendapat bahwa seseorang yang hanya memiliki selembar uang kertas senilai satu juta pound, tanpa uang lain dan tanpa bisa membelanjakannya, akan mati kelaparan. Yang lain berpendapat bahwa orang itu bisa bertahan hidup selama tiga puluh hari, bahkan tanpa ditangkap polisi. Mereka memilihku sebagai bahan percobaan.

Mereka memberiku sebuah amplop dan menyuruhku pergi. "Buka amplop ini nanti," kata mereka. Aku mengira isinya uang kecil untuk sedekah, dan aku langsung pergi ke rumah makan murah terdekat dan makan sepuasnya. Ketika tiba waktunya membayar, aku membuka amplop itu. Di dalamnya ada selembar uang kertas Bank of England senilai satu juta pound.

Pemilik rumah makan terperangah melihatnya. Ia tak mungkin punya kembalian, dan ia jelas mengira aku seorang jutawan eksentrik yang sengaja berpakaian gembel. Ia membungkuk-bungkuk dan berkata, "Tak apa, Tuan. Silakan bayar kapan saja Tuan sempat."

Begitulah dimulainya segalanya. Aku pergi ke penjahit, dan ketika melihat uang itu, ia langsung membuatkan setelan terbaik tanpa meminta bayaran. Hotel mewah memberiku kamar terbaik. Surat kabar memberitakan tentang "jutawan dengan uang kertas sejuta pound" di saku rompinya. Aku menjadi orang paling terkenal di London. Semua orang ingin bertemu denganku, dan semua pedagang memberiku utang tanpa batas, hanya karena melihat uang kertas itu.

Di sebuah pesta, aku bertemu seorang gadis Inggris yang cantik bernama Portia Langham. Aku jatuh cinta padanya, dan jujur menceritakan keadaanku yang sebenarnya. Ia tertawa terpingkal-pingkal dan tetap mencintaiku.

Seorang kawan lama dari Amerika, Lloyd Hastings, datang ke London mencoba menjual saham tambang emas, tetapi tak ada yang mau membeli. Aku membiarkan ia menggunakan namaku: "Jutawan Uang Kertas mendukung tambang ini." Dalam sekejap, saham itu laku keras. Kami berdua mendapat keuntungan sangat besar. Aku kini benar-benar kaya.

Setelah tiga puluh hari, aku kembali ke rumah kedua lelaki tua itu, membawa Portia bersamaku. Aku mengembalikan uang kertas sejuta pound itu, utuh tanpa pernah dibelanjakan, dan menunjukkan bahwa aku kini punya dua ratus ribu pound sendiri. Lelaki tua yang bertaruh bahwa aku akan bertahan menang besar.

Lalu Portia berkata, "Paman, ini Henry, yang aku ceritakan." Ternyata lelaki tua itu adalah ayah tirinya. Ia memberi kami restu. Aku menikah dengan Portia, dan kami menyimpan uang kertas sejuta pound itu dalam bingkai di dinding rumah kami.

Mark Twain menulis kisah jenaka ini untuk menyindir betapa masyarakat menilai seseorang hanya dari kekayaan yang tampaknya ia miliki, bukan dari siapa dirinya sebenarnya.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The £1,000,000 Bank-Note” karya Mark Twain (Amerika Serikat, 1893). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

MT

Tentang Penulis: Mark Twain

Penulis dan humoris Amerika (1835–1910).

Lihat Semua Karya Mark Twain →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Humor

Tebusan untuk Si Kepala Merah
Humor 4 Menit Baca

Tebusan untuk Si Kepala Merah

Kedengarannya seperti rencana yang bagus. Bill Driscoll dan aku, Sam, sedang berada di sebuah kota kecil di Alabama bernama Summit. Kami butuh dua ribu dolar untuk sebuah proyek penipuan tanah di Illi...

Cinta Seorang Pialang Sibuk
Humor 2 Menit Baca

Cinta Seorang Pialang Sibuk

Pitcher, juru tulis kepercayaan di kantor Harvey Maxwell, seorang pialang saham, memperlihatkan sedikit rasa heran di wajahnya yang biasanya datar ketika majikannya masuk pukul setengah sepuluh pagi b...