c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Mistery

Calon Arang

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 25 September 2026 • 3 Menit Baca

Pada masa pemerintahan Raja Airlangga di Kerajaan Kahuripan, hiduplah seorang janda di desa Girah bernama Calon Arang. Ia terkenal sebagai penguasa ilmu hitam yang sangat sakti. Ia memiliki seorang putri yang cantik bernama Ratna Manggali, dan banyak murid yang mempelajari ilmu gaib darinya.

Meski Ratna Manggali cantik dan baik hati, tak seorang pemuda pun berani melamarnya. Semua orang takut kepada ibunya. Kabar tentang ilmu hitam Calon Arang membuat para pemuda menjauh.

Calon Arang sangat marah. Ia merasa putrinya dihina. "Mereka menolak anakku karena aku," geramnya. "Akan kubuat mereka menyesal!"

Pada tengah malam, Calon Arang dan murid-muridnya pergi ke kuburan. Mereka menari-nari dan membaca mantra, memanggil kekuatan Dewi Durga. Tak lama kemudian, wabah penyakit mengerikan menyebar ke desa-desa. Orang jatuh sakit di pagi hari dan meninggal di sore hari. Mayat bergelimpangan di mana-mana, dan desa demi desa menjadi sepi.

Raja Airlangga sangat cemas. Ia mengirim prajurit untuk menangkap Calon Arang, tetapi mereka kalah oleh kesaktiannya. Wabah pun makin menjadi.

Raja lalu memohon bantuan seorang pendeta sakti yang bijaksana bernama Empu Bharadah. Empu Bharadah tahu bahwa kekuatan Calon Arang tak bisa dikalahkan dengan kekerasan. Ia menyusun siasat.

Empu Bharadah mengutus muridnya, Empu Bahula, seorang pemuda yang tampan dan santun, untuk melamar Ratna Manggali. Calon Arang sangat gembira. Akhirnya ada juga pemuda yang berani meminang putrinya. Pernikahan pun dilangsungkan dengan meriah, dan untuk sementara Calon Arang menghentikan teluhnya.

Empu Bahula benar-benar mencintai Ratna Manggali, dan Ratna Manggali pun mencintai suaminya. Tetapi Empu Bahula juga mengemban tugas dari gurunya. Dengan bantuan istrinya, ia mengetahui bahwa kekuatan Calon Arang tersimpan dalam sebuah kitab. Suatu malam, ketika Calon Arang tidur, Empu Bahula mengambil kitab itu dan membawanya kepada Empu Bharadah.

Empu Bharadah mempelajari kitab itu dan memahami kelemahan Calon Arang. Ia lalu datang sendiri ke desa Girah dan menantang Calon Arang. Pertarungan sengit pun terjadi. Calon Arang mengerahkan seluruh kesaktiannya, menyemburkan api dari mata dan mulutnya. Tetapi Empu Bharadah telah menguasai rahasia kitabnya. Dengan mantra yang tepat, ia berhasil mengalahkan Calon Arang.

Sebelum Calon Arang menghembuskan napas terakhir, Empu Bharadah memberinya kesempatan untuk bertobat dan menyucikan jiwanya. Wabah penyakit pun berhenti. Desa-desa yang tadinya sunyi perlahan kembali ramai. Empu Bharadah juga menghidupkan kembali sebagian korban yang belum lama meninggal.

Kisah Calon Arang hingga kini dipentaskan dalam seni tari dan drama di Bali, dan menjadi salah satu kisah paling terkenal di Nusantara. Ia mengajarkan bahwa dendam dan kemarahan bisa berubah menjadi kekuatan yang menghancurkan, dan bahwa kebijaksanaan lebih ampuh daripada kekerasan untuk mengalahkan kejahatan.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Calon Arang” (Jawa Timur dan Bali). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Mistery

Potret Oval
Mistery 3 Menit Baca

Potret Oval

Aku terluka parah, dan pelayanku memaksa masuk ke sebuah istana tua yang ditinggalkan di pegunungan Apennine agar aku bisa beristirahat semalam. Kami menempati sebuah kamar kecil di menara terpencil....