c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Angsa yang Bertelur Emas

A
Aesop

Diterbitkan 15 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Seorang petani dan istrinya hidup sederhana di sebuah desa kecil. Mereka memelihara beberapa ekor ayam dan seekor angsa putih. Suatu pagi, ketika petani itu memeriksa kandang, ia menemukan sesuatu yang membuatnya terpaku: sebutir telur yang berkilauan kuning.

Ia mengambilnya dengan tangan gemetar. Telur itu berat, jauh lebih berat daripada telur biasa. Ia membawanya ke pandai emas di kota, dan pandai emas itu memastikan bahwa telur itu terbuat dari emas murni.

Petani itu pulang dengan kantong penuh uang. Keesokan paginya, angsa itu bertelur emas lagi. Dan keesokan harinya lagi. Setiap pagi, angsa itu memberi sebutir telur emas.

Dalam waktu singkat petani itu menjadi kaya. Ia membangun rumah besar, membeli pakaian mewah, dan menyewa pelayan. Tetapi makin kaya, makin ia merasa tak puas.

"Sehari sebutir," gerutunya kepada istrinya. "Lambat sekali. Kalau begini terus, kapan kita bisa menjadi orang terkaya di negeri ini?"

"Kita sudah punya lebih dari cukup," jawab istrinya. "Bersyukurlah."

Namun petani itu tak mau mendengar. Ia mulai berpikir: bila angsa itu bisa mengeluarkan telur emas setiap hari, pastilah di dalam perutnya tersimpan banyak sekali emas. Bila ia membelah perut angsa itu, ia bisa mendapatkan semua emasnya sekaligus.

Suatu malam, tanpa sepengetahuan istrinya, ia mengambil pisau dan pergi ke kandang. Dengan tangan gemetar karena tamak, ia menyembelih angsa itu dan membelah perutnya.

Tak ada emas di dalamnya. Perut angsa itu sama seperti perut angsa biasa. Petani itu terduduk lemas. Ia telah membunuh satu-satunya sumber kekayaannya karena tak sabar.

Sejak hari itu tak ada lagi telur emas. Uangnya perlahan habis, dan ia kembali menjadi petani biasa, dengan penyesalan yang tak pernah hilang.

Pesan dari kisah ini sederhana tetapi abadi: keserakahan bisa membuat kita kehilangan segalanya, termasuk apa yang sudah kita miliki.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Goose That Laid the Golden Eggs” karya Aesop (fabel Yunani kuno). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

A

Tentang Penulis: Aesop

Pendongeng Yunani kuno (± 620–564 SM), dikenal lewat fabel-fabelnya yang penuh pesan moral.

Lihat Semua Karya Aesop →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Thumbelina
Kids 3 Menit Baca

Thumbelina

Seorang perempuan sangat mendambakan seorang anak kecil. Ia pergi kepada seorang penyihir tua yang memberinya sebutir biji jelai. "Tanamlah di dalam pot," kata penyihir itu. Perempuan itu me...

Rubah dan Anggur yang Masam
Kids 2 Menit Baca

Rubah dan Anggur yang Masam

Pada suatu siang yang terik, seekor rubah berjalan menyusuri tepi kebun. Perutnya keroncongan karena sejak pagi ia belum menemukan makanan. Tenggorokannya kering, dan langkahnya mulai gontai. Tiba-tib...

Itik Buruk Rupa
Kids 3 Menit Baca

Itik Buruk Rupa

Musim panas di pedesaan sungguh indah. Di antara rumpun ilalang di tepi kolam, seekor induk itik sedang mengerami telur-telurnya. Satu per satu telurnya menetas, dan anak-anak itik kuning yang mungil...

Serigala Berbulu Domba
Kids 2 Menit Baca

Serigala Berbulu Domba

Di sebuah padang rumput yang luas, seekor serigala selalu mengincar kawanan domba. Tetapi seorang gembala yang cermat menjaga domba-dombanya siang dan malam, dibantu seekor anjing penjaga yang galak....