c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Keluarga

Bayi Désirée

KC
Kate Chopin

Diterbitkan 6 September 2026 • 3 Menit Baca

Madame Valmondé mengunjungi Désirée dan bayinya di perkebunan L'Abri. Ketika ia masuk, ia teringat bagaimana Désirée sendiri dulu masih bayi ketika Monsieur Valmondé menemukannya tertidur di bawah bayangan tiang batu gerbang perkebunan mereka. Tak ada yang tahu dari mana bayi itu berasal. Mungkin ditinggalkan oleh rombongan pengembara. Keluarga Valmondé yang tak punya anak mengangkatnya dan membesarkannya dengan penuh cinta.

Désirée tumbuh menjadi gadis yang cantik dan lembut. Delapan belas tahun kemudian, Armand Aubigny, pemilik perkebunan L'Abri, melihatnya berdiri di tempat yang sama di bawah gerbang, dan jatuh cinta seketika, seperti tersambar peluru. Ia tak peduli bahwa Désirée tak punya nama keluarga. Apa artinya nama, kalau ia bisa memberinya salah satu nama tertua dan paling terhormat di Louisiana? Mereka menikah.

Kini Désirée telah melahirkan seorang bayi laki-laki. Madame Valmondé memandanginya dan tertegun. "Ini bukan bayi yang dulu kulihat," katanya pelan.

"Bayi ini sudah tumbuh besar," kata Désirée bangga. "Dan Armand sangat bahagia, terutama karena ini anak laki-laki. Sejak bayi ini lahir, ia berubah. Ia tak pernah lagi menghukum budak-budaknya."

Armand Aubigny terkenal keras terhadap para budaknya. Tetapi cinta pada Désirée dan kelahiran anaknya telah melembutkan hatinya. Désirée sangat bahagia.

Ketika bayi itu berumur tiga bulan, Désirée mulai merasakan sesuatu yang aneh di udara. Para budak berbisik-bisik. Tetangga-tetangga yang tak biasa datang, datang berkunjung. Dan Armand berubah. Ia menghindari tatapannya. Ia tak lagi memeluknya. Ia bahkan mulai kembali kasar terhadap para budak.

Suatu sore, Désirée duduk di kamarnya. Bayinya tertidur di ranjang besar. Seorang anak budak berkulit campuran sedang mengipasinya dengan kipas bulu merak. Désirée memandang bayinya, lalu memandang anak budak itu, lalu memandang bayinya lagi. Ia menjerit pelan.

Ketika Armand masuk, Désirée bertanya dengan suara gemetar, "Armand, lihatlah anak kita. Apa artinya ini? Katakan padaku."

Armand menjawab dengan dingin, "Artinya anak itu bukan kulit putih. Artinya kau bukan kulit putih."

"Itu bohong! Lihat, rambutku cokelat, mataku kelabu. Kulitku lebih putih darimu, Armand!"

"Seputih kulit La Blanche," jawab Armand dengan kejam, menyebut nama seorang budak, lalu pergi.

Désirée menulis surat kepada ibu angkatnya. "Ibu, mereka bilang aku bukan kulit putih. Katakan pada mereka itu tidak benar. Aku akan mati kalau ini benar." Madame Valmondé membalas singkat: "Désirée sayang, pulanglah ke rumah, kepada ibumu yang mencintaimu. Pulanglah bersama anakmu."

Désirée bertanya kepada Armand, "Haruskah aku pergi?"

"Ya, pergilah," jawab Armand tanpa menoleh. Ia merasa Tuhan telah menghinanya melalui Désirée.

Désirée mengambil bayinya. Ia tak mengganti gaun putih tipisnya maupun sandalnya. Ia tak mengambil jalan menuju perkebunan Valmondé. Ia berjalan menyeberangi ladang yang baru dibajak, melewati tunggul-tunggul tebu yang melukai kakinya, menuju rawa-rawa di tepi sungai yang dalam. Ia menghilang di antara ilalang, dan tak pernah kembali.

Beberapa minggu kemudian, Armand membakar semua barang milik Désirée dan bayinya di halaman belakang. Pakaian bayi yang indah, gaun-gaun sutra, dan surat-surat cinta dari Désirée. Di laci meja, ia menemukan setumpuk surat lama. Bukan surat dari Désirée, melainkan surat dari ibunya sendiri kepada ayahnya, sebelum Armand lahir.

Ia membaca satu surat. Ibunya menulis, berterima kasih kepada Tuhan atas cinta suaminya: "Tetapi di atas segalanya, siang dan malam aku berterima kasih kepada Tuhan karena Ia telah mengatur hidup kita sedemikian rupa, sehingga anak kita tercinta tak akan pernah tahu bahwa ibunya, yang memujanya, berasal dari ras yang dicap dengan tanda perbudakan."

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “Désirée's Baby” karya Kate Chopin (Amerika Serikat, 1893). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

KC

Tentang Penulis: Kate Chopin

Penulis Amerika (1850–1904).

Lihat Semua Karya Kate Chopin →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Keluarga

Maafkan Ayah
Keluarga 5 Menit Baca

Maafkan Ayah

"Ma'afkan ayah anakku..." Sebuah kisah yang harus kita ketahui bersama untuk dapat diperhatikan... Ini ada bahan untuk bahan renungan bagi kita semua yang barangkali ada yang kelupaan pada kata yang s...

Kabuliwala
Keluarga 5 Menit Baca

Kabuliwala

Putriku yang berumur lima tahun, Mini, tak bisa diam barang semenit pun. Ia terus berceloteh sejak bangun tidur sampai tertidur lagi. Ibunya sering kesal dan menyuruhnya diam, tetapi aku tak sanggup....