c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Renungan

Si Anak Bintang

OW
Oscar Wilde

Diterbitkan 13 September 2026 • 3 Menit Baca

Pada suatu malam musim dingin yang sangat dingin, dua orang penebang kayu berjalan pulang melewati hutan pinus. Tiba-tiba sebuah bintang jatuh dari langit, melintas di atas mereka, dan jatuh di balik rumpun pohon. Mereka berlari ke sana, berharap menemukan sebongkah emas. Yang mereka temukan adalah sehelai jubah dari kain emas bersulam bintang-bintang, dan di dalamnya terbungkus seorang bayi yang sedang tidur.

Salah seorang penebang kayu, meski miskin dan sudah punya banyak anak, membawa bayi itu pulang. Istrinya awalnya menolak, tetapi akhirnya hatinya luluh. Mereka membesarkan bayi itu bersama anak-anak mereka sendiri, dan menamainya Anak Bintang.

Anak Bintang tumbuh menjadi anak yang sangat tampan. Kulitnya putih seperti gading, rambutnya keemasan seperti bunga daffodil, dan matanya seperti bunga violet. Tetapi ketampanannya membuatnya jahat. Ia sombong, kejam, dan egois. Ia menganggap dirinya lebih tinggi dari anak-anak desa karena ia "anak bintang". Ia melempari pengemis dengan batu, mengejek orang cacat, dan menyiksa binatang.

Suatu hari seorang perempuan pengemis yang kurus dan compang-camping datang ke desa. Anak Bintang melemparinya dengan batu. Penebang kayu itu menghentikannya, dan ketika perempuan itu melihat Anak Bintang, ia menjerit. "Dialah anakku yang hilang, yang kucari selama sepuluh tahun! Aku kehilangan dia di hutan!" Ia menunjukkan jubah emas yang sama dan kalung amber yang dikenakan bayi itu.

Tetapi Anak Bintang menolak. "Kalau kau benar ibuku, lebih baik kau pergi saja. Aku tak sudi punya ibu seorang pengemis yang buruk rupa!" Ia mengusirnya dengan kata-kata kasar. Perempuan itu pergi sambil menangis.

Seketika wajah Anak Bintang berubah. Wajahnya menjadi seperti wajah katak, dan tubuhnya bersisik seperti ular. Anak-anak desa menertawakannya dan mengusirnya.

Anak Bintang menyesal. Ia pergi ke hutan mencari ibunya. Ia bertanya kepada semua binatang, tetapi mereka ingat bagaimana ia dulu menyiksa mereka, dan tak mau membantunya. Selama tiga tahun ia mengembara mencari ibunya, dan di mana pun ia pergi, orang-orang mengejek dan menyakitinya, persis seperti yang dulu ia lakukan kepada orang lain.

Akhirnya ia tiba di sebuah kota dan dijual sebagai budak kepada seorang penyihir. Penyihir itu menyuruhnya mencari tiga keping emas di hutan: emas putih, emas kuning, dan emas merah. Bila gagal, ia akan dicambuk.

Setiap kali Anak Bintang menemukan kepingan emas dengan bantuan seekor kelinci yang pernah ia tolong, ia bertemu seorang pengemis penderita kusta di gerbang kota yang memohon sedekah. "Kalau aku tak mendapat uang, aku akan mati," kata pengemis itu. Dan setiap kali, Anak Bintang yang dulu kejam memberikan kepingan emas itu kepada si pengemis, meski ia tahu ia akan dihukum.

Pada hari ketiga, setelah memberikan kepingan emas terakhir, Anak Bintang berjalan masuk ke kota, siap menerima hukuman. Tetapi seluruh rakyat kota berlutut di hadapannya. "Inilah raja kita!" seru mereka. Wajahnya telah kembali tampan. Di antara kerumunan, ia melihat perempuan pengemis yang dulu ia usir, dan pengemis kusta yang ia beri emas.

Anak Bintang berlari dan berlutut di kaki ibunya, menangis. "Ibu, aku menolakmu di masa kesombonganku. Terimalah aku di masa kerendahan hatiku." Perempuan pengemis dan pengemis kusta itu mengangkatnya berdiri. Mereka adalah Ratu dan Raja, ayah dan ibunya yang sebenarnya.

Anak Bintang menjadi raja yang adil dan penuh kasih. Ia menyayangi rakyat miskin dan tak membiarkan siapa pun disakiti. Tetapi ia hanya memerintah selama tiga tahun, karena penderitaannya begitu berat dan ujiannya begitu pahit. Dan raja yang memerintah setelahnya adalah raja yang jahat.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Star-Child” karya Oscar Wilde (A House of Pomegranates, Inggris, 1891). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

OW

Tentang Penulis: Oscar Wilde

Penulis dan penyair Irlandia (1854–1900).

Lihat Semua Karya Oscar Wilde →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Renungan

Kalung Berlian
Renungan 4 Menit Baca

Kalung Berlian

Mathilde adalah salah satu gadis cantik dan menawan yang, seolah karena kesalahan takdir, dilahirkan dalam keluarga pegawai rendahan. Ia tak punya mas kawin, tak punya harapan, tak punya cara untuk di...

Dua Sahabat
Renungan 4 Menit Baca

Dua Sahabat

Paris sedang dikepung tentara Prusia. Kota itu kelaparan. Burung-burung pipit di atap sudah jarang, dan tikus-tikus di selokan makin sedikit. Orang makan apa saja yang bisa mereka dapatkan. Pada suatu...

Pangeran yang Bahagia
Renungan 3 Menit Baca

Pangeran yang Bahagia

Di atas tiang tinggi di tengah kota, berdirilah patung Pangeran yang Bahagia. Tubuhnya dilapisi lembaran emas tipis, matanya dua batu safir yang berkilau, dan sebuah batu rubi merah besar menghiasi ga...