c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Sawerigading dan Pohon Welenreng

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 7 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di Kerajaan Luwu, dalam epos besar La Galigo, lahirlah sepasang anak kembar dari keturunan para dewa: seorang putra bernama Sawerigading dan seorang putri bernama We Tenriabeng. Sejak lahir mereka dipisahkan, karena para dewa telah menetapkan bahwa keduanya tak boleh saling bertemu. Mereka dibesarkan di bagian istana yang berbeda dan tak pernah tahu bahwa mereka bersaudara kembar.

Sawerigading tumbuh menjadi pemuda yang gagah perkasa. Suatu hari, secara tak sengaja, ia melihat seorang gadis yang sangat cantik di istana. Ia jatuh cinta seketika. Gadis itu adalah We Tenriabeng, saudari kembarnya sendiri.

Ketika Sawerigading mengungkapkan keinginannya untuk menikahi gadis itu, seluruh istana gempar. Pernikahan antara saudara kandung adalah larangan terbesar dalam adat. Ayah mereka, Batara Lattu, menolak dengan tegas. Tetapi Sawerigading tetap bersikeras.

We Tenriabeng, yang bijaksana, menemui kakaknya. "Kita adalah saudara kembar, Kakanda. Takdir tak mengizinkan kita bersatu. Tetapi ada seorang putri di negeri Tiongkok bernama We Cudai. Wajahnya persis sepertiku. Pergilah kepadanya. Dialah jodohmu yang sebenarnya."

Untuk berlayar ke negeri yang jauh itu, Sawerigading membutuhkan sebuah kapal yang sangat besar. We Tenriabeng menunjukkan sebatang pohon raksasa yang keramat bernama Welenreng. Pohon itu sangat besar dan kokoh, dan tak ada yang pernah berani menebangnya.

Sawerigading menebang pohon Welenreng. Batangnya yang luar biasa besar dibuat menjadi kapal yang megah. Konon, pohon itu tak mau tumbang sampai We Tenriabeng sendiri membantu dengan doanya. Ketika tumbang, suaranya menggetarkan seluruh negeri.

Sawerigading berlayar menuju negeri Tiongkok. Perjalanannya panjang dan penuh bahaya. Ia bertarung melawan para perompak dan badai di tengah samudra. Tetapi ia tak menyerah. Setibanya di Tiongkok, ia menemui Putri We Cudai. Awalnya sang putri menolaknya, tetapi keteguhan dan kesungguhan Sawerigading akhirnya meluluhkan hatinya. Mereka menikah, dan dari pernikahan itu lahirlah I La Galigo, yang namanya diabadikan menjadi judul epos agung tersebut.

Epos La Galigo adalah salah satu karya sastra terpanjang di dunia, dan kisah Sawerigading adalah jantungnya. Kisah ini mengajarkan bahwa cinta harus tunduk pada kebenaran dan adat, dan bahwa jodoh sejati kadang harus dicari dengan perjalanan yang jauh dan penuh perjuangan.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Epos La Galigo: Sawerigading” (Bugis, Sulawesi Selatan). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda