c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Cinta

Putri Kaguya dari Bulan

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 7 September 2026 • 3 Menit Baca

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang kakek pemotong bambu bernama Sanuki no Miyatsuko. Setiap hari ia masuk ke hutan bambu untuk memotong batang-batang bambu yang akan ia jadikan keranjang dan perkakas.

Suatu hari, ia melihat sebatang bambu yang bercahaya dari dalam. Dengan hati-hati ia memotongnya, dan di dalamnya ia menemukan seorang bayi perempuan mungil, tak lebih besar dari ibu jarinya, yang sangat cantik dan bersinar lembut.

Kakek dan istrinya yang tak memiliki anak sangat bahagia. Mereka membesarkan bayi itu dengan penuh kasih. Sejak saat itu, setiap kali kakek memotong bambu, ia menemukan kepingan emas di dalamnya. Keluarga miskin itu pun menjadi kaya raya.

Bayi itu tumbuh dengan cepat. Dalam tiga bulan, ia sudah menjadi gadis dewasa yang kecantikannya tak tertandingi. Cahayanya memenuhi rumah sehingga tak ada lagi kegelapan di sana. Mereka menamainya Nayotake no Kaguya-hime, putri bercahaya dari bambu yang lentur.

Kabar kecantikan Putri Kaguya menyebar ke seluruh negeri. Para bangsawan berdatangan untuk melamarnya. Lima pangeran yang paling gigih terus datang siang dan malam, meski ditolak berkali-kali.

Kakek mendesak Kaguya untuk memilih salah satu. Kaguya akhirnya memberi syarat: ia akan menikahi siapa pun yang berhasil membawakan benda mustahil yang ia minta. Pangeran pertama harus membawa mangkuk batu Buddha dari India. Pangeran kedua, dahan berbuah permata dari Gunung Horai. Pangeran ketiga, jubah dari kulit tikus api yang tak terbakar. Pangeran keempat, permata berwarna-warni dari leher naga. Pangeran kelima, kerang yang lahir dari burung walet.

Kelima pangeran itu berangkat. Tetapi satu per satu mereka gagal. Ada yang membawa tiruan dan ketahuan berbohong. Ada yang jubahnya langsung terbakar ketika diuji. Ada yang hampir tewas dalam badai di lautan. Ada yang terjatuh dari tangga ketika mencari sarang walet. Tak satu pun berhasil.

Bahkan Kaisar mendengar tentang Putri Kaguya dan ingin menikahinya. Kaguya menolaknya dengan halus, tetapi Kaisar tak marah. Mereka saling berkirim surat dan puisi selama tiga tahun, dan tumbuhlah ikatan yang lembut di antara keduanya.

Suatu musim panas, Kaguya mulai sering termenung menatap bulan purnama dan menangis. Ketika kakek dan nenek bertanya, akhirnya ia mengaku. "Aku bukan berasal dari dunia ini. Aku adalah putri dari bulan. Aku dikirim ke bumi untuk menjalani hukuman atas sebuah kesalahan. Kini masa hukumanku sudah selesai. Pada malam bulan purnama bulan kedelapan, orang-orang dari bulan akan datang menjemputku."

Kakek dan nenek hancur hatinya. Kaisar mengirimkan dua ribu prajurit untuk menjaga rumah itu, dan para pemanah bersiaga di atap. Tetapi ketika malam bulan purnama tiba, cahaya yang sangat terang turun dari langit. Para prajurit tak bisa menggerakkan tubuhnya, seolah tertidur sambil berdiri. Sebuah kereta awan turun, membawa utusan-utusan dari bulan dengan pakaian bercahaya.

Kaguya menangis memeluk kakek dan neneknya. Ia menulis surat perpisahan untuk Kaisar, dan menitipkan sebotol obat keabadian bersamanya. Lalu utusan bulan memakaikan jubah bulu surgawi padanya. Begitu jubah itu menyentuh bahunya, semua kesedihan dan kenangan tentang bumi lenyap dari hatinya. Ia naik ke kereta awan dan terbang kembali ke bulan.

Kaisar menerima surat dan obat itu dengan hati hancur. "Untuk apa hidup abadi," katanya, "bila aku tak bisa lagi melihat Kaguya?" Ia memerintahkan agar surat dan obat itu dibawa ke puncak gunung tertinggi di Jepang, gunung yang paling dekat dengan langit, lalu dibakar di sana.

Konon, sejak saat itu, asap selalu mengepul dari puncak gunung tersebut, membawa surat cinta Kaisar ke bulan. Gunung itu kini kita kenal sebagai Gunung Fuji.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Taketori Monogatari (Kisah Pemotong Bambu)” (Taketori Monogatari, Jepang, abad ke-10). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Cinta

Hadiah dari Orang Majus
Cinta 4 Menit Baca

Hadiah dari Orang Majus

Satu dolar delapan puluh tujuh sen. Hanya itu. Dan enam puluh sen di antaranya berupa uang logam satu sen, dikumpulkan satu per satu dengan menawar tukang sayur dan tukang daging sampai pipi terasa pa...

Cerita Fina - part 2
Cinta 4 Menit Baca

Cerita Fina - part 2

Sepertinya ada yang eneh dengan Hendra dan Runa hari ini, tak seperti biasanya mereka tak banyak bicara. Jangan kan bercanda atau sekedar melakukan lelucan, mengobrol ringan saja tampaknya mereka engg...