c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Mistery

Potret Oval

EA
Edgar Allan Poe

Diterbitkan 9 September 2026 • 3 Menit Baca

Aku terluka parah, dan pelayanku memaksa masuk ke sebuah istana tua yang ditinggalkan di pegunungan Apennine agar aku bisa beristirahat semalam. Kami menempati sebuah kamar kecil di menara terpencil. Dindingnya dihiasi permadani dan banyak sekali lukisan dalam bingkai emas berukir.

Karena demam, aku tak bisa tidur. Aku menyuruh pelayanku menutup jendela, menyalakan lilin, dan memberiku sebuah buku kecil yang berisi keterangan tentang lukisan-lukisan itu. Aku membaca lama sekali. Menjelang tengah malam, aku menggeser lilin agar cahayanya lebih terang ke bukuku. Cahaya itu jatuh ke sebuah sudut kamar yang tadinya gelap, dan menyinari sebuah lukisan yang tak kulihat sebelumnya.

Itu potret seorang gadis muda yang baru beranjak dewasa. Lukisan itu hanya memperlihatkan kepala dan bahu, dalam bingkai oval yang berukir emas. Aku memejamkan mata sejenak. Mengapa aku memejamkan mata? Untuk meyakinkan diriku bahwa penglihatanku tak menipuku. Ketika aku membukanya lagi, aku menatap lukisan itu lama sekali.

Lukisan itu begitu hidup. Bukan karena teknik pelukisnya, bukan karena keindahan wajah gadis itu. Melainkan karena ekspresinya yang benar-benar hidup, yang membuatku terpukau, bingung, dan akhirnya ngeri. Aku membuka buku keterangan dan mencari kisah lukisan itu. Aku membaca kata-kata yang aneh ini:

"Ia adalah seorang gadis yang sangat cantik, dan penuh keceriaan. Terkutuklah saat ia melihat, mencintai, dan menikahi sang pelukis. Sang pelukis sangat bersemangat, pekerja keras, keras kepala, dan sudah memiliki kekasih lain dalam hidupnya: Seni. Gadis itu hanya mencintai dan menyayangi segalanya, kecuali satu hal: Seni, saingannya. Ia takut pada palet, kuas, dan semua alat yang merampas wajah kekasihnya darinya."

"Maka betapa mengerikannya bagi sang istri ketika suaminya ingin melukis potretnya. Tetapi ia rendah hati dan patuh. Ia duduk dengan sabar selama berminggu-minggu di sebuah kamar menara yang gelap, di mana cahaya hanya masuk dari atas. Sang pelukis sangat bangga akan karyanya, yang ia kerjakan dari jam ke jam, dari hari ke hari."

"Sang pelukis tenggelam dalam lamunannya. Ia tak melihat bahwa cahaya yang jatuh begitu suram di menara itu telah merampas kesehatan dan semangat istrinya, yang makin layu di mata semua orang, kecuali di matanya. Namun gadis itu terus tersenyum, dan tak mengeluh, karena ia melihat suaminya menikmati pekerjaannya dan bekerja siang dan malam untuk melukis dirinya yang sangat ia cintai."

"Mereka yang melihat potret itu membicarakannya dengan suara pelan, sebagai sebuah keajaiban. Tetapi ketika pekerjaan itu hampir selesai, tak seorang pun diizinkan masuk ke menara. Sang pelukis menjadi liar karena gairahnya, dan jarang memalingkan matanya dari kanvas, bahkan untuk memandang istrinya. Ia tak mau melihat bahwa warna yang ia pulaskan ke kanvas diambil dari pipi perempuan yang duduk di sampingnya."

"Ketika minggu demi minggu berlalu dan hanya tinggal sedikit lagi, satu sapuan di bibir dan satu warna di mata, jiwa sang istri berkedip-kedip seperti nyala lampu yang hampir padam. Lalu sapuan itu diberikan, dan warna itu dipulaskan. Sejenak sang pelukis berdiri terpesona di depan karyanya. Lalu, sambil tetap menatapnya, ia gemetar, memucat, dan berseru dengan suara keras: 'Ini benar-benar Kehidupan itu sendiri!'"

"Ia berbalik dengan tiba-tiba untuk memandang kekasihnya. Istrinya sudah mati."

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Oval Portrait” karya Edgar Allan Poe (Amerika Serikat, 1842). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

EA

Tentang Penulis: Edgar Allan Poe

Penulis dan penyair Amerika (1809–1849), pelopor kisah misteri dan horor.

Lihat Semua Karya Edgar Allan Poe →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Mistery

Cakar Monyet
Mistery 4 Menit Baca

Cakar Monyet

Malam itu dingin dan basah, tetapi di ruang tamu kecil keluarga White, tirai sudah ditutup dan api menyala terang di perapian. Tuan White sedang bermain catur dengan putranya, Herbert, sementara Nyony...

Misteri Hantu Taratih
Mistery 2 Menit Baca

Misteri Hantu Taratih

Kejadian ini sudah berlangsung cukup lama saat itu aq baru bisa-bisanya naik motor, biasa orang baru bisa suka coba-coba. Saat itu malam minggu nga ada bulan sepupuku kebetulan main kerumah dan bawa m...

Calon Arang
Mistery 3 Menit Baca

Calon Arang

Pada masa pemerintahan Raja Airlangga di Kerajaan Kahuripan, hiduplah seorang janda di desa Girah bernama Calon Arang. Ia terkenal sebagai penguasa ilmu hitam yang sangat sakti. Ia memiliki seorang pu...