Badrun dan poli, 2 orang pencinta alam sedang menjelajah suatu hutan. Suatu ketika, Badrun yang kebelet kencing langsung menuntaskan hajatnya di semak-semak. Tapi betapa sialnya karena ia tidak melihat ada seekor ular kobra yang langsung mematuk penis Badrun. Badrun langsung berteriak minta tolong kepada temannya. "Poli, penisku digigit ular kobra! Cepat ambil ponsel dan hubungi dokter, dan coba minta petunjuk!" ujar Badrun panik. Poli segera menelepon dokter. "Tenangkan kawanmu, dia masih bisa ditolong asal kamu melakukan ini. Ambil pisau tajam, buatlah irisan berbentuk silang di sekitar luka bekas gigitan ular, lalu hisap keluar bisa ular dari penis si korban sampe betul-betul habis, ikat penisnya kuat-kuat untuk menahan pendarahannya dan langsung bawa ke dokter terdekat," jelas si dokter. "Baik dok", kata Poli, "akan saya sampaikan". Badrun berkata dengan tidak sabar, "Jadi apa kata dokter?". Poli menjawab, "Maaf Badrun, tapi menurut dokter kamu sudah tak tertolong lagi dan akan mati."
Pecinta Alam
Diterbitkan 26 Januari 2009 • 1 Menit Baca
Diambil dari beberapa sumber.
Tentang Penulis: Priyottama Pradipta
Lihat Semua Karya Priyottama Pradipta →Tanggapan Pembaca (4)
mana yg lucu? Aneh
WAKAKKakakka.. LUCU LAH!! Klo lo yang jadi Poli, lo mau ngisep "pisank" nya temen lo?? emang lo waria? GAK-kan?? makanya dia bilang Badrun gak terselamatkan !!
wagu tur njendool.....
waduh,,,, mna yng lucu nh,,, yng lebih lucu klo lo yng lakuin lngsung,, wakakakk,,,
Cerpen Lain di Humor
Tebusan untuk Si Kepala Merah
Kedengarannya seperti rencana yang bagus. Bill Driscoll dan aku, Sam, sedang berada di sebuah kota kecil di Alabama bernama Summit. Kami butuh dua ribu dolar untuk sebuah proyek penipuan tanah di Illi...
Uang Kertas Sejuta Pound
Pada usia dua puluh tujuh tahun, aku bekerja sebagai juru tulis di sebuah kantor pialang di San Francisco. Suatu hari Minggu, aku berlayar ke teluk dengan perahu kecil, dan terbawa terlalu jauh ke lau...
Nasreddin dan Keledai yang Terbalik
Nasreddin Hoja adalah seorang guru yang dihormati di kotanya, meski tingkahnya sering membuat orang geleng-geleng kepala. Suatu hari ia hendak pergi ke masjid di kota sebelah untuk mengajar. Murid-mur...
Abu Nawas dan Istana di Awan
Suatu hari Sultan Harun Ar-Rasyid bermimpi tentang sebuah istana yang melayang di atas awan. Istana itu begitu indah sehingga ketika bangun, Sultan sangat menginginkannya. Seperti biasa, ia memanggil...