c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Cinta

Legenda Telaga Biru

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 27 Juni 2026 • 2 Menit Baca

Di Pulau Halmahera, di sebuah dusun kecil bernama Lisawa, hiduplah seorang gadis bernama Majojaru dan seorang pemuda bernama Magohiduuru. Keduanya saling mencintai dan telah berjanji sehidup semati. Seluruh dusun tahu tentang cinta mereka dan menanti hari pernikahan keduanya.

Suatu hari, Magohiduuru harus pergi merantau ke negeri seberang untuk mencari bekal pernikahan. "Tunggulah aku," katanya kepada Majojaru. "Aku akan kembali membawa mas kawin yang pantas untukmu."

Majojaru melepas kekasihnya dengan air mata. Setiap hari ia duduk di bawah pohon beringin di tepi dusun, memandang ke arah laut, menanti perahu Magohiduuru pulang.

Bulan berganti bulan. Tahun berganti tahun. Magohiduuru tak kunjung kembali, dan tak ada kabar sedikit pun darinya. Majojaru tetap setia menunggu, meski banyak pemuda lain datang melamar.

Suatu hari, seorang pedagang dari negeri seberang singgah di dusun itu. Majojaru bertanya tentang Magohiduuru. Pedagang itu menunduk. "Pemuda itu sudah meninggal dunia," katanya. "Ia sakit keras di rantau dan tak tertolong."

Dunia Majojaru runtuh. Ia berjalan ke bawah pohon beringin tempat ia biasa menunggu, lalu duduk dan menangis. Ia menangis siang dan malam, tanpa henti, tanpa makan dan tanpa minum. Air matanya mengalir deras, membasahi tanah di bawah pohon beringin itu.

Air mata itu tak pernah kering. Lama-kelamaan, air mata Majojaru menggenang dan menjadi sebuah telaga. Airnya sangat jernih dan berwarna biru indah, seperti langit yang dirindukan oleh orang yang menanti. Majojaru sendiri tenggelam dalam telaga air matanya.

Para tetua adat dusun Lisawa berkumpul. Mereka menyadari bahwa telaga itu lahir dari kesetiaan cinta yang tak terbalas. Mereka menamainya Telaga Biru, dan menjaganya sebagai tempat yang dihormati.

Hingga kini, Telaga Biru di Halmahera Utara masih ada, dengan airnya yang biru jernih. Masyarakat setempat menuturkan kisah Majojaru dan Magohiduuru sebagai lambang kesetiaan cinta yang tak lekang oleh waktu, bahkan oleh kematian.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Telaga Biru” (Halmahera, Maluku Utara). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Cinta

1000 burung kertas
Cinta 3 Menit Baca

1000 burung kertas

Sewaktu Joe dan Anna baru pacaran, Joe melipat 1000 burung kertas buat Anna, menggantungkannya di dalam kamar Anna. Joe mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu,...

Sampek dan Engtay
Cinta 3 Menit Baca

Sampek dan Engtay

Di Tiongkok pada masa lampau, perempuan tak diperbolehkan bersekolah. Tetapi Zhu Yingtai, atau Engtay, seorang gadis cerdas dari keluarga kaya, sangat ingin belajar. Ia membujuk orang tuanya hingga ak...