c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Legenda Danau Lipan

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 14 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di daerah Muara Kaman, Kalimantan Timur, dahulu berdiri sebuah kerajaan kecil yang dipimpin oleh seorang ratu yang sangat cantik bernama Putri Aji Bidara Putih. Kecantikannya termasyhur hingga ke negeri-negeri seberang lautan.

Kabar kecantikan sang putri sampai ke telinga seorang pangeran dari negeri Tiongkok. Pangeran itu berlayar dengan kapal besar yang penuh prajurit dan harta benda untuk melamarnya. Kedatangannya disambut dengan pesta di istana.

Putri Aji Bidara Putih sebenarnya tertarik, tetapi ia ingin mengenal lebih dulu sifat calon suaminya. Ia mengutus seorang pengawal untuk mengintip sang pangeran saat makan di kapalnya. Pengawal itu kembali dengan laporan yang mengejutkan: sang pangeran dan pengikutnya makan dengan sangat rakus, menggunakan dua batang kayu, dan menyeruput makanan dengan suara keras.

Putri merasa ngeri. Karena tak memahami adat bangsa lain, ia menganggap itu tanda perangai yang buruk. Ia pun menolak lamaran sang pangeran.

Pangeran itu tersinggung dan marah besar. "Kalau ia tak mau dengan cara baik, akan kurebut dengan kekerasan!" Ia memerintahkan prajuritnya menyerang kerajaan Muara Kaman.

Pasukan pangeran sangat kuat dan jumlahnya banyak. Prajurit kerajaan terdesak. Putri Aji Bidara Putih melihat kotanya akan jatuh. Ia masuk ke kamarnya dan bersemedi, memohon pertolongan. Lalu ia mengambil sirih yang sedang dikunyahnya dan melemparkannya ke arah pasukan musuh sambil membaca mantra.

Seketika sirih itu berubah menjadi lipan-lipan raksasa yang jumlahnya ribuan. Lipan-lipan itu menyerbu pasukan musuh dengan ganas. Para prajurit lari ketakutan kembali ke kapal. Tetapi lipan-lipan itu mengejar mereka hingga ke kapal dan menenggelamkannya.

Di tempat kapal itu tenggelam, perlahan-lahan terbentuk sebuah danau. Danau itu kemudian dinamai Danau Lipan. Kini danau itu sudah mengering dan menjadi padang rumput yang luas, tetapi namanya tetap dikenang.

Legenda Danau Lipan mengajarkan dua hal. Pertama, pentingnya memahami adat dan kebiasaan orang lain sebelum menilai mereka. Kedua, bahwa keinginan yang dipaksakan dengan kekerasan hanya akan membawa kehancuran.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Danau Lipan” (Kutai, Kalimantan Timur). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Kebo Iwa
Legenda 2 Menit Baca

Kebo Iwa

Di Bali pada zaman dahulu, hiduplah sepasang suami istri. Mereka kaya, hanya saja mereka belum mempunyai anak. Suatu hari mereka pergi ke pura. Mereka memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberi keturu...