c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Bawang Merah dan Bawang Putih

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 22 Juni 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa hiduplah seorang gadis yang baik hati bernama Bawang Putih. Ibunya telah lama meninggal, dan ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak perempuan bernama Bawang Merah. Awalnya ibu tiri dan saudara tirinya bersikap manis. Namun setelah sang ayah meninggal karena sakit, sifat asli mereka terlihat.

Bawang Putih diperlakukan seperti pembantu. Ia bangun sebelum ayam berkokok, menimba air, memasak, mencuci, dan membersihkan rumah. Sementara itu Bawang Merah dan ibunya hanya bersolek dan bersantai. Meski begitu, Bawang Putih tak pernah mengeluh.

Suatu hari, ketika mencuci di sungai, sehelai kain milik ibu tirinya hanyut terbawa arus. Bawang Putih ketakutan. Ia menyusuri tepi sungai hingga senja, bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya. Akhirnya ia tiba di sebuah gubuk tempat tinggal seorang nenek tua.

"Kain itu memang tersangkut di sini, Nak," kata sang nenek. "Tapi temanilah aku seminggu. Aku tinggal sendirian."

Bawang Putih menyanggupinya. Selama seminggu ia membersihkan gubuk, memasak, dan merawat nenek itu dengan tulus. Ketika tiba waktunya pulang, sang nenek mengembalikan kain itu dan menawarkan hadiah: dua buah labu, satu besar dan satu kecil.

Bawang Putih memilih labu yang kecil. "Saya tidak kuat membawa yang besar, Nek," katanya sopan.

Sesampainya di rumah, labu itu dibelah. Betapa terkejutnya mereka: isinya emas dan permata. Ibu tiri dan Bawang Merah langsung menginterogasi Bawang Putih, lalu merencanakan hal serupa. Bawang Merah sengaja menghanyutkan kain di sungai dan menyusurinya sampai ke gubuk sang nenek.

Di sana Bawang Merah juga diminta tinggal seminggu. Tetapi ia malas dan kasar. Ia menolak bekerja dan terus menggerutu. Pada hari ketujuh, ia menuntut hadiah dan tentu saja memilih labu yang paling besar tanpa mengucapkan terima kasih.

Setibanya di rumah, ia dan ibunya membelah labu besar itu dengan tak sabar. Namun yang keluar bukan emas, melainkan ular, kalajengking, dan binatang berbisa lainnya. Keduanya menjerit dan lari tunggang-langgang.

Sejak kejadian itu ibu tiri dan Bawang Merah menyadari kesalahan mereka. Mereka meminta maaf kepada Bawang Putih, yang memaafkan dengan tulus. Kisah ini terus dituturkan agar kita ingat bahwa ketulusan dan kerendahan hati akan berbuah manis, sedangkan keserakahan hanya mendatangkan celaka.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Bawang Merah Bawang Putih” (Riau dan Jawa). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda