c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Kura-kura yang Banyak Bicara

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 17 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah danau yang indah, hiduplah seekor kura-kura yang sangat suka berbicara. Ia berbicara dari pagi hingga malam, tentang apa saja kepada siapa saja. Ia bersahabat dengan dua ekor angsa yang sering singgah di danau itu. Meski kura-kura itu cerewet, kedua angsa menyayanginya.

Suatu tahun, kemarau panjang melanda. Air danau makin surut hingga hampir kering. Kedua angsa memutuskan pindah ke sebuah danau lain di balik pegunungan yang airnya masih melimpah.

"Bagaimana denganku?" tanya kura-kura sedih. "Aku tak bisa terbang. Aku akan mati kekeringan di sini."

Kedua angsa berpikir sejenak. "Kami punya akal," kata salah satunya. "Kami akan menggigit kedua ujung sebatang kayu, dan kau menggigit bagian tengahnya dengan kuat. Lalu kami akan terbang membawamu. Tapi ingat, kau sama sekali tak boleh membuka mulutmu selama di udara, apa pun yang terjadi. Kalau kau membuka mulut, kau akan jatuh."

"Aku janji," kata kura-kura. "Aku tak akan berbicara sepatah kata pun."

Mereka pun berangkat. Kedua angsa terbang tinggi membawa kura-kura yang menggigit kayu di antara mereka. Pemandangan dari atas sangat indah. Kura-kura sangat ingin berkomentar tentang sawah, sungai, dan gunung-gunung yang ia lihat, tetapi ia menahan diri.

Ketika mereka melintas di atas sebuah desa, anak-anak desa melihat pemandangan aneh itu. Mereka berlari-lari sambil menunjuk ke langit dan tertawa. "Lihat! Lihat! Dua angsa membawa kura-kura! Lucu sekali! Kura-kura itu seperti orang bodoh bergantungan di kayu!"

Kura-kura merasa tersinggung. Ia ingin sekali membalas ejekan mereka. Ia menahan diri sebentar, tetapi anak-anak itu terus tertawa. Akhirnya ia tak tahan lagi. "Apa urusan kalian? Dasar anak-anak nakal!"

Begitu mulutnya terbuka, ia terlepas dari kayu dan jatuh meluncur ke bawah. Untung ia jatuh di tumpukan jerami di halaman seorang petani, sehingga ia selamat, meski cangkangnya retak dan ia harus tinggal di desa yang kering itu.

Kedua angsa terbang turun dengan sedih. "Sahabatku," kata mereka, "kau selamat karena beruntung. Tapi ingatlah: diam pada saat yang tepat bisa menyelamatkan nyawa, dan terlalu banyak bicara bisa membawa celaka."

Kisah ini berasal dari India kuno dan diceritakan di banyak negeri. Ia mengajarkan bahwa kita harus bisa menahan lidah, terutama ketika dipancing amarah.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “The Talkative Tortoise” (Jataka dan Panchatantra, India). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Burung Gagak dan Kendi Air
Kids 2 Menit Baca

Burung Gagak dan Kendi Air

Musim kemarau yang panjang melanda sebuah negeri. Sungai-sungai mengering, kolam-kolam retak, dan tak ada setetes hujan pun selama berbulan-bulan. Binatang-binatang kehausan dan berkeliaran mencari ai...

Pangeran Katak
Kids 3 Menit Baca

Pangeran Katak

Pada zaman dahulu, ketika keinginan masih bisa terkabul, hiduplah seorang raja yang memiliki beberapa putri cantik. Yang bungsu adalah yang paling cantik, begitu cantik sehingga matahari pun terkagum-...

Nelayan dan Ikan Emas
Kids 3 Menit Baca

Nelayan dan Ikan Emas

Di tepi laut biru, hiduplah seorang nelayan tua bersama istrinya di sebuah gubuk tanah liat yang reyot. Mereka sudah tinggal di sana selama tiga puluh tiga tahun. Setiap hari sang nelayan menebar jala...