c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Kancil dan Buaya

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 18 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di tepi sebuah sungai yang lebar, hiduplah seekor kancil yang cerdik. Suatu hari, ia melihat pohon-pohon di seberang sungai sedang berbuah lebat. Buah-buahan ranum bergelantungan, dan rumput di sana tampak jauh lebih hijau. Perut kancil berbunyi.

Masalahnya, sungai itu dalam dan berarus deras. Lebih berbahaya lagi, sungai itu dihuni banyak buaya yang lapar. Kancil tak bisa berenang, dan bahkan bila bisa, ia pasti sudah menjadi santapan sebelum sampai di seberang.

Kancil berpikir keras. Lalu ia tersenyum. Ia berdiri di tepi sungai dan berseru, "Hai, para buaya! Keluarlah! Aku membawa kabar gembira dari Raja Hutan!"

Satu per satu buaya muncul ke permukaan. Pemimpin mereka, seekor buaya tua yang besar, menatap kancil dengan curiga. "Kabar apa itu, Kancil?"

"Raja Hutan akan mengadakan pesta besar," kata kancil dengan wajah serius. "Semua binatang akan mendapat bagian daging. Aku ditugasi menghitung jumlah buaya di sungai ini, supaya tak ada yang kebagian kurang."

Para buaya senang sekali. Air liur mereka menetes membayangkan pesta itu.

"Supaya aku bisa menghitung dengan benar," lanjut kancil, "berbarislah kalian dari tepi sini sampai ke seberang sana."

Para buaya segera berbaris rapi, membentuk jembatan dari punggung-punggung mereka. Kancil pun melompat ke punggung buaya pertama. "Satu!" serunya. Lalu melompat ke buaya berikutnya. "Dua! Tiga! Empat!" Begitu seterusnya, sampai ia melompat ke tepi seberang. "Dua puluh!"

Kancil berbalik dan tertawa. "Terima kasih, kawan-kawan! Sebenarnya tidak ada pesta apa-apa. Aku hanya ingin menyeberang!"

Para buaya menggeram marah dan memukul-mukulkan ekor mereka ke air, tetapi kancil sudah berlari masuk ke hutan dan menikmati buah-buahan yang ranum.

Kisah ini sangat disukai anak-anak di seluruh Nusantara. Kancil mengajarkan bahwa akal dan ketenangan dapat mengalahkan kekuatan. Namun para orang tua juga sering menambahkan: kecerdikan sebaiknya dipakai untuk menyelamatkan diri, bukan untuk merugikan orang lain.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Kancil dan Buaya” (dongeng fabel Melayu dan Jawa). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Pangeran Katak
Kids 3 Menit Baca

Pangeran Katak

Pada zaman dahulu, ketika keinginan masih bisa terkabul, hiduplah seorang raja yang memiliki beberapa putri cantik. Yang bungsu adalah yang paling cantik, begitu cantik sehingga matahari pun terkagum-...

Dua Arti
Kids 3 Menit Baca

Dua Arti

“Wulan, ini kamarmu, ya?” tanyaku pada Wulan. Wulan mengangguk. Tak kusangka, Wulan yang terlihat sederhana di sekolah, ternyata tinggal di rumah besar. Rumah peninggalan neneknya ini kuno, namun inda...

Rubah dan Anggur yang Masam
Kids 2 Menit Baca

Rubah dan Anggur yang Masam

Pada suatu siang yang terik, seekor rubah berjalan menyusuri tepi kebun. Perutnya keroncongan karena sejak pagi ia belum menemukan makanan. Tenggorokannya kering, dan langkahnya mulai gontai. Tiba-tib...

Thumbelina
Kids 3 Menit Baca

Thumbelina

Seorang perempuan sangat mendambakan seorang anak kecil. Ia pergi kepada seorang penyihir tua yang memberinya sebutir biji jelai. "Tanamlah di dalam pot," kata penyihir itu. Perempuan itu me...