c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Penebang Kayu dan Kapak Emas

A
Aesop

Diterbitkan 24 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di tepi sebuah hutan hiduplah seorang penebang kayu yang miskin tetapi jujur. Setiap hari ia menebang kayu di hutan dan menjualnya ke pasar untuk menghidupi keluarganya. Satu-satunya harta yang ia miliki adalah sebuah kapak besi tua.

Suatu hari, ia menebang pohon di tepi sebuah sungai yang dalam. Karena lelah, genggamannya terlepas, dan kapaknya terlempar ke dalam sungai. Kapak itu tenggelam ke dasar sungai yang gelap.

Penebang kayu itu terduduk dan menangis. "Bagaimana aku bisa bekerja tanpa kapak? Bagaimana aku bisa memberi makan keluargaku?"

Tiba-tiba air sungai bergolak, dan muncullah sesosok dewa sungai. "Mengapa kau menangis?" tanyanya.

Penebang kayu menceritakan musibahnya. Dewa itu menyelam ke dalam sungai, lalu muncul kembali membawa sebuah kapak emas yang berkilauan. "Apakah ini kapakmu?"

Penebang kayu memandang kapak emas itu, lalu menggeleng. "Bukan, Tuan. Kapak saya bukan dari emas."

Dewa itu menyelam lagi dan muncul membawa kapak perak yang berkilau. "Apakah ini kapakmu?"

"Bukan, Tuan. Kapak saya juga bukan dari perak."

Dewa itu menyelam untuk ketiga kalinya dan muncul membawa sebuah kapak besi tua. "Apakah ini kapakmu?"

Wajah penebang kayu berseri-seri. "Ya, Tuan! Itu kapak saya! Terima kasih banyak!"

Dewa sungai tersenyum. "Kau sangat jujur. Karena kejujuranmu, ambillah ketiga kapak ini sebagai hadiah." Penebang kayu itu pulang dengan gembira dan menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya.

Seorang tetangganya yang serakah mendengar cerita itu. Ia pergi ke sungai yang sama dan sengaja melemparkan kapaknya ke dalam air. Lalu ia pura-pura menangis keras-keras.

Dewa sungai muncul dan bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar ceritanya, dewa itu menyelam dan muncul membawa kapak emas. "Apakah ini kapakmu?"

"Ya! Ya! Itu kapak saya!" seru si serakah dengan mata berbinar.

Dewa sungai mengerutkan dahi. "Kau berbohong," katanya. "Kau tak pantas mendapatkan apa pun." Ia menghilang ke dalam sungai bersama kapak emas itu, dan tak pernah mengembalikan kapak milik si serakah.

Si serakah pulang tanpa kapak emas, dan bahkan kehilangan kapaknya sendiri. Fabel ini mengajarkan bahwa kejujuran akan selalu dihargai, sedangkan keserakahan dan kebohongan hanya membawa kerugian.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Honest Woodcutter” karya Aesop (fabel Yunani kuno). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

A

Tentang Penulis: Aesop

Pendongeng Yunani kuno (± 620–564 SM), dikenal lewat fabel-fabelnya yang penuh pesan moral.

Lihat Semua Karya Aesop →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Ary dan Arie
Kids 4 Menit Baca

Ary dan Arie

Bel tanda istirahat baru berbunyi beberapa menit lalu. Tapi keributan di kelas enam sudah mulai. Pertengkaran mulut antara Ary dan Arie. Seperti biasa, masalah nama mereka. Meski ditulis berbeda, tapi...

Siapa Risma Sebenarnya?
Kids 2 Menit Baca

Siapa Risma Sebenarnya?

Teng teng teng! Bel tanda masuk SDN I Sukasari berbunyi. Bu Titik, wali kelas VA masuk ke kelas. Di sampingnya ada seorang anak perempuan. “Anak-anak, ini Rismawati. Ia murid baru pindahan dari Suraba...