c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Dewi Kadita, Ratu Laut Selatan

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 11 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di Kerajaan Pajajaran, hiduplah seorang putri yang sangat cantik bernama Dewi Kadita. Ia putri Prabu Munding Wangi dari permaisuri pertamanya. Kecantikan dan kebaikan hatinya membuat rakyat sangat mencintainya. Sang raja berharap kelak Dewi Kadita akan menggantikannya.

Tetapi raja juga menginginkan seorang putra. Ia menikah lagi dengan Dewi Mutiara, yang kemudian melahirkan seorang anak laki-laki. Dewi Mutiara ingin agar anaknya yang menjadi raja. Ia meminta raja mengusir Dewi Kadita dan ibunya dari istana. Raja menolak.

Dewi Mutiara lalu memanggil seorang dukun dan meminta agar Dewi Kadita dan ibunya diguna-guna. Tak lama kemudian, tubuh keduanya dipenuhi kudis dan borok yang berbau busuk. Tabib-tabib istana tak mampu menyembuhkan. Dewi Mutiara menghasut raja bahwa penyakit itu akan menjadi aib dan membawa sial bagi kerajaan. Dengan berat hati, raja mengusir mereka.

Ibu Dewi Kadita tak kuat menanggung penderitaan dan meninggal dalam pengasingan. Dewi Kadita mengembara seorang diri, berjalan berhari-hari tanpa arah. Ia tak menyimpan dendam, tetapi hatinya sangat pedih.

Suatu malam, dalam tidurnya, ia bermimpi mendengar suara gaib. "Pergilah ke Laut Selatan. Ceburkan dirimu ke dalam ombaknya, dan kau akan sembuh dan mendapatkan kembali kecantikanmu."

Dewi Kadita berjalan menuju selatan, hingga tiba di sebuah pantai dengan ombak yang besar dan air yang biru. Ia berdiri di atas karang, memandang laut yang luas. Tanpa ragu, ia melompat ke dalam ombak.

Ajaibnya, begitu tubuhnya menyentuh air, semua penyakitnya lenyap. Kulitnya kembali halus dan wajahnya bersinar, bahkan lebih cantik dari sebelumnya. Ia juga mendapat kesaktian untuk menguasai lautan. Makhluk-makhluk laut tunduk padanya. Dewi Kadita memutuskan untuk tidak kembali ke daratan, dan menjadi ratu di Laut Selatan.

Sejak saat itu ia dikenal sebagai Nyi Roro Kidul, Ratu Laut Selatan. Masyarakat di pesisir selatan Jawa masih menghormatinya dan menggelar upacara labuhan laut sebagai ungkapan syukur. Ada pula kepercayaan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau di pantai selatan.

Legenda ini dituturkan dalam banyak versi di tanah Jawa. Salah satu pesannya: kebaikan hati yang dizalimi tak akan hilang, melainkan menemukan kekuatannya sendiri di tempat yang tak terduga.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Legenda Nyi Roro Kidul” (Jawa Barat dan Jawa Tengah). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Talaga Warna
Legenda 4 Menit Baca

Talaga Warna

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yang baik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur...

Legenda Malin Kundang
Legenda 3 Menit Baca

Legenda Malin Kundang

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terk...