c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Cinta

Burung Bulbul dan Setangkai Mawar

OW
Oscar Wilde

Diterbitkan 5 Agustus 2026 • 3 Menit Baca

"Ia bilang akan berdansa denganku bila aku membawakan mawar merah," keluh seorang mahasiswa muda. "Tetapi di seluruh tamanku tak ada satu pun mawar merah."

Dari sarangnya di pohon ek, seekor burung bulbul mendengar keluhan itu. Ia memandangi pemuda itu dan merasa takjub. "Inilah dia pecinta sejati," pikirnya. "Malam demi malam aku menyanyikan tentang cinta, meski aku tak pernah mengenal pecinta. Kini aku melihatnya."

"Besok malam pangeran mengadakan pesta dansa," lanjut mahasiswa itu. "Kekasihku akan datang. Bila aku membawakan mawar merah, ia akan berdansa denganku sampai fajar. Tetapi tanpa mawar merah, ia akan melewatiku begitu saja, dan hatiku akan hancur." Ia menjatuhkan diri ke rumput dan menangis.

Burung bulbul terbang ke semak mawar di tengah halaman. "Berilah aku setangkai mawar merah," pintanya, "dan aku akan menyanyikan lagu termerdu untukmu."

"Mawarku putih," jawab semak itu. "Pergilah ke saudaraku di dekat jam matahari." Tetapi semak kedua berbunga kuning. Semak ketiga, yang tumbuh di bawah jendela mahasiswa itu, memang berbunga merah. Namun musim dingin telah membekukan urat-uratnya, dan badai mematahkan tunas-tunasnya. Tahun ini ia tak akan berbunga.

"Hanya setangkai mawar merah," pinta burung bulbul. "Adakah cara untuk mendapatkannya?"

"Ada satu cara," jawab semak itu, "tetapi sangat mengerikan. Bila kau menginginkan mawar merah, kau harus membuatnya dari nyanyianmu di bawah cahaya bulan, dan mewarnainya dengan darah hatimu sendiri. Kau harus bernyanyi sepanjang malam dengan dadamu menempel pada duriku. Duri itu akan menembus jantungmu, dan darahmu akan mengalir ke dalam urat-uratku."

"Kematian adalah harga yang mahal untuk setangkai mawar," kata burung bulbul. "Tetapi cinta lebih berharga daripada kehidupan. Dan apalah artinya hati seekor burung dibandingkan hati seorang manusia?"

Ia terbang kepada mahasiswa itu. "Berbahagialah," katanya. "Kau akan mendapatkan mawar merahmu. Yang kuminta hanya satu: jadilah pecinta sejati." Tetapi mahasiswa itu tak memahami bahasa burung. Ia hanya mendengar kicauan yang indah, lalu kembali ke kamarnya untuk tidur.

Ketika bulan bersinar, burung bulbul terbang ke semak mawar dan menekankan dadanya pada duri. Sepanjang malam ia bernyanyi. Ia menyanyikan lahirnya cinta di hati seorang pemuda dan seorang gadis, dan di dahan tertinggi semak itu mekarlah sekuntum mawar, pucat seperti kabut pagi.

"Tekan lebih erat," kata semak itu, "atau fajar akan datang sebelum mawarnya selesai." Burung bulbul menekan lebih erat, dan nyanyiannya makin nyaring. Ia menyanyikan cinta yang disempurnakan oleh kematian, cinta yang tak mati di dalam kubur. Duri menembus jantungnya, dan rasa sakit yang tajam menjalar ke seluruh tubuhnya. Kelopak mawar itu perlahan memerah, semerah rubi.

Suara burung bulbul makin lemah. Sayap kecilnya bergetar. Lalu ia menyanyikan nada terakhirnya. Bulan putih mendengarnya dan lupa terbenam. "Lihat," seru semak itu, "mawarnya sudah jadi!" Tetapi burung bulbul tak menjawab. Ia terbaring mati di rerumputan, dengan duri tertancap di jantungnya.

Siang harinya mahasiswa itu membuka jendela. "Wah, beruntung sekali! Mawar merah!" Ia memetiknya dan berlari ke rumah gadis pujaannya.

Gadis itu mengerutkan dahi. "Mawar itu tak cocok dengan gaunku," katanya. "Lagi pula, keponakan bendahara istana sudah mengirimiku perhiasan sungguhan, dan semua orang tahu perhiasan jauh lebih mahal daripada bunga."

"Kau sungguh tak tahu berterima kasih!" seru mahasiswa itu dengan marah. Ia melemparkan mawar itu ke jalanan, dan sebuah roda kereta melindasnya.

"Cinta itu hal yang konyol," gerutunya sambil berjalan pulang. "Tak sepenting logika, dan selalu menjanjikan hal-hal yang tak pernah terjadi." Ia kembali ke kamarnya, mengambil buku tebal berdebu, dan mulai membaca.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Nightingale and the Rose” karya Oscar Wilde (The Happy Prince and Other Tales, Inggris, 1888). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

OW

Tentang Penulis: Oscar Wilde

Penulis dan penyair Irlandia (1854–1900).

Lihat Semua Karya Oscar Wilde →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Cinta

Cinta Terlarang
Cinta 2 Menit Baca

Cinta Terlarang

Sebut saja namaku…….RENATA…Aq seorang istri sekaligus ibu dr 2 orang anak.ARDIAN,suamiku…….seorang lelaki yg berwatak keras tp sayang dan perhatian ma keluarga,dia bekerja disalah satu perusahaan swas...

Hadiah dari Orang Majus
Cinta 4 Menit Baca

Hadiah dari Orang Majus

Satu dolar delapan puluh tujuh sen. Hanya itu. Dan enam puluh sen di antaranya berupa uang logam satu sen, dikumpulkan satu per satu dengan menawar tukang sayur dan tukang daging sampai pipi terasa pa...