Di pesisir selatan Pulau Lombok, pada masa lampau berdirilah sebuah kerajaan bernama Tonjang Beru. Rajanya arif, dan ia memiliki seorang putri bernama Mandalika. Kecantikan sang putri tersohor hingga ke seluruh penjuru pulau, tetapi yang membuat rakyat mencintainya adalah kelembutan hatinya. Ia sering turun ke desa, menyapa petani, dan menolong mereka yang kesusahan.
Kabar kecantikan Putri Mandalika sampai ke telinga para pangeran dari kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Satu per satu mereka datang melamar. Setiap pangeran membawa hadiah dan ancaman sekaligus: bila lamaran mereka ditolak, perang akan pecah.
Putri Mandalika gelisah berhari-hari. Bila ia memilih satu pangeran, pangeran lain akan murka dan rakyatnya yang akan menjadi korban. Ia tak sanggup membayangkan sawah terbakar dan anak-anak kehilangan ayah karena dirinya.
Setelah bersemedi panjang, sang putri mengundang seluruh pangeran dan rakyat ke Pantai Seger pada tanggal dua puluh bulan kesepuluh menurut penanggalan Sasak, sebelum fajar. Semua datang, penasaran siapa yang akan dipilih.
Di atas sebuah batu karang, Putri Mandalika berdiri dengan pakaian terindahnya. Angin laut mengibarkan rambutnya. "Aku tidak bisa memilih salah seorang dari kalian," katanya lantang. "Aku tidak ingin ada perang karena diriku. Aku memilih kalian semua, dan seluruh rakyatku. Aku akan menjadi milik semua orang."
Sebelum ada yang sempat mencegah, sang putri menceburkan diri ke laut. Ombak menelannya. Para pangeran dan rakyat berteriak dan mencarinya hingga matahari terbit, tetapi tubuh sang putri tak pernah ditemukan. Yang muncul justru ribuan cacing laut berwarna-warni yang menyembul dari celah-celah karang.
Rakyat percaya cacing-cacing itu adalah jelmaan Putri Mandalika. Mereka menyebutnya nyale. Sejak saat itu, setiap tahun pada waktu yang sama, masyarakat Sasak berbondong-bondong ke pantai untuk menangkap nyale dalam tradisi yang disebut Bau Nyale.
Kisah Putri Mandalika dikenang sebagai kisah pengorbanan: seorang pemimpin yang memilih kehilangan dirinya daripada melihat rakyatnya menderita.