c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Kakek yang Membuat Pohon Berbunga

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 16 Agustus 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa di Jepang, hiduplah sepasang kakek dan nenek yang baik hati. Mereka memelihara seekor anjing putih bernama Shiro dan menyayanginya seperti anak sendiri. Di sebelah rumah mereka tinggal sepasang kakek dan nenek lain yang serakah dan jahat.

Suatu hari, Shiro menggonggong-gonggong di kebun sambil menggaruk tanah. "Gali di sini! Gali di sini!" seolah-olah ia berkata. Kakek yang baik hati menggali tanah itu dan menemukan sebuah peti berisi kepingan emas.

Tetangga yang serakah melihatnya dan iri. Ia meminjam Shiro secara paksa dan membawanya ke kebunnya. Ia memaksa Shiro menggonggong di tanah, lalu menggalinya. Tetapi yang ia temukan hanyalah sampah dan kotoran. Dengan marah, ia memukul Shiro hingga mati.

Kakek dan nenek yang baik hati sangat sedih. Mereka menguburkan Shiro di bawah sebatang pohon pinus dan menangisinya. Tak lama kemudian, pohon pinus itu tumbuh sangat besar. Kakek menebangnya dan membuat lesung dari kayunya, untuk mengenang Shiro. Ketika mereka menumbuk beras di lesung itu, beras itu berubah menjadi emas.

Tetangga serakah meminjam lesung itu. Tetapi ketika ia menumbuk beras, beras itu berubah menjadi kotoran. Ia sangat marah dan membakar lesung itu hingga menjadi abu.

Kakek yang baik hati mengumpulkan abu lesung itu dalam sebuah keranjang. Ketika ia berjalan pulang, angin meniupkan sedikit abu ke sebatang pohon sakura yang gundul di musim dingin. Seketika pohon sakura itu berbunga lebat, merah muda dan harum, padahal belum musim semi.

Kabar tentang keajaiban itu sampai ke telinga seorang daimyo, penguasa daerah. Ia datang ke desa itu dan meminta kakek memperlihatkan keajaibannya. Kakek memanjat sebatang pohon gundul dan menaburkan abu sambil berseru, "Bunga, bermekarlah di pohon yang layu!" Pohon itu langsung berbunga indah. Daimyo sangat senang dan memberinya hadiah yang berlimpah.

Tetangga serakah mencoba meniru. Ia mengumpulkan sisa abu dan menunggu daimyo lewat. Ia memanjat pohon dan menaburkan abu. Tetapi pohon itu tak berbunga, dan abunya justru masuk ke mata daimyo dan para pengawalnya. Daimyo murka dan menghukum tetangga yang serakah itu.

Kakek yang baik hati dikenal sebagai Hanasaka Jiisan, kakek yang membuat pohon berbunga. Kisah ini mengajarkan bahwa kebaikan hati akan selalu membawa berkah, sedangkan keserakahan dan kekejaman akan berbalik menyakiti pelakunya sendiri.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Hanasaka Jiisan” (Jepang). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Angin dan Matahari
Kids 2 Menit Baca

Angin dan Matahari

Suatu hari, Angin Utara dan Matahari bertengkar tentang siapa di antara mereka yang paling kuat. "Aku jauh lebih kuat darimu," kata Angin sambil menderu. "Aku bisa menumbangkan pohon, m...