c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Burung Pipit yang Lidahnya Terpotong

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 17 Agustus 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa di pegunungan Jepang, hiduplah seorang kakek yang baik hati bersama istrinya yang pemarah dan serakah. Suatu hari, kakek menemukan seekor burung pipit yang terluka di hutan. Ia membawanya pulang, merawatnya, dan memberinya makan. Burung pipit itu sembuh dan menjadi sahabat kakek. Setiap hari mereka bernyanyi bersama.

Nenek tak suka pada burung pipit itu. Suatu hari, ketika kakek pergi ke gunung, nenek membuat bubur kanji untuk mengkanji pakaian. Burung pipit yang lapar mematuk-matuk bubur kanji itu. Nenek murka. Dengan gunting, ia memotong lidah burung pipit itu dan mengusirnya dari rumah.

Ketika kakek pulang dan mendengar apa yang terjadi, ia sangat sedih. Esok harinya ia masuk ke hutan mencari sahabatnya. "Burung pipit, burung pipit, di mana kau?" panggilnya berulang-ulang.

Setelah lama berjalan, ia tiba di sebuah rumah yang indah di tengah hutan bambu. Burung pipit itu keluar menyambutnya bersama keluarganya. Lidahnya sudah sembuh. Mereka menjamu kakek dengan makanan lezat, menari, dan bernyanyi untuknya.

Ketika kakek hendak pulang, burung pipit memberinya pilihan hadiah: sebuah keranjang besar atau sebuah keranjang kecil. "Aku sudah tua," kata kakek. "Aku pilih yang kecil saja, supaya tak terlalu berat."

Sesampainya di rumah, ia membuka keranjang kecil itu. Isinya emas, perak, permata, dan kain sutra yang indah. Kakek sangat gembira.

Nenek yang serakah langsung berpikir, "Kalau keranjang kecil saja isinya sebanyak ini, keranjang besar pasti isinya lebih banyak lagi!" Ia bergegas ke hutan dan menemukan rumah burung pipit. Ia tak meminta maaf atas perbuatannya, melainkan langsung menuntut hadiah. Burung pipit memberinya pilihan yang sama. Tentu saja nenek memilih keranjang yang besar.

Keranjang itu sangat berat. Burung pipit berpesan, "Jangan buka sebelum sampai di rumah." Tetapi nenek tak sabar. Di tengah jalan, ia membukanya. Dari dalam keranjang keluar ular, lipan, kalajengking, dan hantu-hantu yang menakutkan. Nenek menjerit dan lari terbirit-birit pulang.

Sejak hari itu nenek menyesali sifatnya yang kejam dan serakah. Kisah Shita-kiri Suzume adalah salah satu dongeng paling terkenal di Jepang. Ia mengajarkan bahwa kerendahan hati dan kasih sayang akan membawa berkah, sedangkan keserakahan justru membawa malapetaka.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Shita-kiri Suzume” (Jepang). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Nelayan dan Ikan Emas
Kids 3 Menit Baca

Nelayan dan Ikan Emas

Di tepi laut biru, hiduplah seorang nelayan tua bersama istrinya di sebuah gubuk tanah liat yang reyot. Mereka sudah tinggal di sana selama tiga puluh tiga tahun. Setiap hari sang nelayan menebar jala...

Rapunzel
Kids 2 Menit Baca

Rapunzel

Sepasang suami istri sudah lama merindukan seorang anak. Ketika akhirnya sang istri mengandung, ia sangat mengidamkan sayur rapunzel yang tumbuh subur di kebun sebelah. Sayangnya kebun itu milik seora...

Itik Buruk Rupa
Kids 3 Menit Baca

Itik Buruk Rupa

Musim panas di pedesaan sungguh indah. Di antara rumpun ilalang di tepi kolam, seekor induk itik sedang mengerami telur-telurnya. Satu per satu telurnya menetas, dan anak-anak itik kuning yang mungil...