c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Legenda

Batu Belah Batu Bertangkup

CR
Cerita Rakyat Nusantara

Diterbitkan 3 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di tepi sebuah sungai, hiduplah seorang janda bernama Mak Tanjung bersama dua anaknya, Melur dan Pekan. Suaminya telah lama meninggal, dan ia membesarkan anak-anaknya seorang diri dengan mencari kayu bakar dan menangkap ikan.

Suatu hari Mak Tanjung sangat ingin makan telur ikan tembakul. Ia pergi ke sungai dan berhasil menangkap seekor tembakul yang besar. "Melur, masaklah ikan ini," pesannya. "Simpankan telurnya untuk Mak, ya. Mak ingin sekali memakannya."

Mak Tanjung lalu berangkat ke hutan mencari kayu. Melur memasak ikan itu dan menyimpan telurnya dengan baik. Namun ketika Pekan, adiknya yang masih kecil, mencium aroma masakan itu, ia merengek minta telur ikan. Melur menolak, tetapi Pekan terus menangis dan menjerit. Karena tak tega, Melur memberinya sedikit. Pekan minta lagi, dan lagi, sampai telur itu habis.

Sore harinya Mak Tanjung pulang dengan tubuh lelah. Ia mencari telur ikan yang ia idamkan seharian, tetapi yang tersisa hanya piring kosong. Melur menceritakan apa yang terjadi sambil menangis.

Mak Tanjung tidak memarahi anak-anaknya. Tetapi hatinya sangat pedih. Ia merasa tak ada lagi yang memedulikan dirinya. Dalam kesedihan yang dalam, ia berjalan menuju sebuah batu besar di tepi hutan, batu yang konon bisa membuka dan menutup.

"Batu belah, batu bertangkup," ia bernyanyi lirih, "telanlah aku, aku tak berguna lagi."

Batu itu terbuka. Melur yang menyusul sambil menggendong Pekan berteriak memanggil ibunya. "Mak, jangan tinggalkan kami! Kami menyesal!" Namun Mak Tanjung sudah melangkah masuk. Batu itu menutup kembali, dan hanya seuntai rambut panjangnya yang tertinggal di celah batu.

Melur menyimpan rambut ibunya dan membesarkan adiknya dengan penuh kasih. Kisah ini dituturkan di banyak negeri Melayu sebagai pengingat bahwa hal kecil yang diinginkan orang tua, sering kali adalah ungkapan kerinduan untuk diperhatikan. Jangan tunggu sampai terlambat untuk menghargainya.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Batu Belah Batu Bertangkup” (Aceh dan Semenanjung Melayu). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Nusantara

Kisah-kisah turun-temurun dari berbagai daerah di Indonesia, diceritakan ulang oleh redaksi.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Nusantara →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Legenda

Legenda Malin Kundang
Legenda 3 Menit Baca

Legenda Malin Kundang

Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terk...