c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Cinta

Bangau yang Membalas Budi

CR
Cerita Rakyat Asia

Diterbitkan 6 September 2026 • 3 Menit Baca

Pada suatu musim dingin yang sangat dingin, seorang petani muda yang miskin berjalan pulang melewati ladang bersalju. Di tengah jalan ia mendengar suara rintihan. Ia menemukan seekor burung bangau putih yang terjerat perangkap pemburu. Kakinya berdarah, dan ia menggelepar kesakitan.

Petani itu merasa iba. Dengan hati-hati ia melepaskan jerat itu dan membersihkan luka bangau tersebut dengan salju. "Pergilah, dan berhati-hatilah," katanya. Bangau itu mengepakkan sayapnya, berputar tiga kali di atas kepala petani seolah berterima kasih, lalu terbang menghilang ke langit kelabu.

Malam harinya, badai salju melanda. Petani itu sedang duduk di dekat tungku di gubuknya yang sederhana ketika terdengar ketukan di pintu. Di luar berdiri seorang perempuan muda yang cantik, tubuhnya berselimut salju.

"Maafkan saya," katanya. "Saya tersesat dalam badai. Bolehkah saya bermalam di sini?"

Petani itu mempersilakannya masuk dan menghangatkan diri. Badai tak kunjung reda selama berhari-hari, dan perempuan itu tinggal di gubuknya. Ia sangat rajin dan baik hati. Ia memasak, membersihkan rumah, dan menemani petani itu dengan cerita-cerita yang indah. Lama-lama mereka saling jatuh cinta dan menikah.

Kehidupan mereka bahagia, tetapi mereka sangat miskin. Suatu hari sang istri berkata, "Suamiku, buatkan aku sebuah alat tenun. Aku akan menenun kain untuk dijual. Tetapi berjanjilah satu hal: jangan pernah mengintip ketika aku sedang menenun."

Petani itu berjanji. Ia membuatkan alat tenun di sebuah kamar kecil. Istrinya masuk dan menutup pintu. Tiga hari tiga malam terdengar suara alat tenun berderak-derak tanpa henti. Pada hari keempat, istrinya keluar dengan wajah pucat dan tubuh lemah, membawa selembar kain yang sangat indah. Kain itu putih berkilau seperti salju yang diterpa cahaya bulan, halus seperti awan.

Petani itu membawanya ke kota. Seorang saudagar kaya membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Mereka tak lagi kekurangan.

Tetapi uang itu cepat habis, dan tetangga-tetangga yang iri membisiki petani itu. "Istrimu bisa membuat kain seindah itu. Suruh ia menenun lagi, dan kau akan menjadi orang terkaya di desa."

Petani itu meminta istrinya menenun lagi. Istrinya menatapnya dengan sedih, tetapi mengangguk. "Ingat janjimu," katanya.

Kali ini, suara alat tenun terdengar lebih pelan, dan lebih lama. Petani itu mulai gelisah. Mengapa istrinya begitu lemah setiap kali selesai menenun? Dari mana ia mendapatkan benang seindah itu, padahal mereka tak punya kapas maupun sutra? Rasa penasaran menggerogotinya. Pada malam keenam, ia tak tahan lagi. Ia menggeser pintu sedikit dan mengintip.

Di depan alat tenun tak ada istrinya. Yang ada hanyalah seekor bangau putih yang sedang mencabuti bulu-bulunya sendiri dengan paruhnya, lalu menenunnya menjadi kain. Tubuhnya hampir gundul dan berdarah.

Petani itu terkejut hingga tak bisa bersuara. Bangau itu menoleh, dan matanya berlinang air mata.

Keesokan paginya, istrinya keluar membawa kain terakhir, lebih indah dari yang pertama. "Suamiku," katanya lirih, "aku adalah bangau yang dulu kau selamatkan. Aku datang untuk membalas budimu, dan aku mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Tetapi kini kau telah melihat wujud asliku. Aku tak bisa tinggal lebih lama lagi."

Petani itu berlutut memohon maaf. Tetapi istrinya sudah berubah kembali menjadi bangau. Ia terbang keluar pintu, berputar tiga kali di atas gubuk, lalu menghilang ke langit musim dingin, meninggalkan petani itu dengan selembar kain yang indah dan penyesalan yang tak berujung.

Kisah ini mengajarkan bahwa cinta sejati terkadang menuntut pengorbanan diam-diam, dan bahwa kepercayaan yang dilanggar tak mudah dipulihkan, bahkan dengan air mata penyesalan.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Tsuru no Ongaeshi” (Jepang). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

CR

Tentang Penulis: Cerita Rakyat Asia

Dongeng dan legenda turun-temurun dari berbagai negeri di Asia.

Lihat Semua Karya Cerita Rakyat Asia →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Cinta

Lelucon Kecil
Cinta 3 Menit Baca

Lelucon Kecil

Siang yang cerah di musim dingin. Salju berkilau diterpa matahari. Nadenka, seorang gadis muda, berdiri bersamaku di puncak sebuah bukit yang tinggi. Pipinya memerah, dan bulu matanya berembun oleh na...

Kisah Satu Jam
Cinta 4 Menit Baca

Kisah Satu Jam

Semua orang tahu bahwa Nyonya Mallard menderita penyakit jantung. Karena itu, kabar tentang kematian suaminya harus disampaikan dengan sangat hati-hati. Josephine, kakaknya, yang memberitahunya dengan...

Cerpen Cinta dari Allisa
Cinta 6 Menit Baca

Cerpen Cinta dari Allisa

Aditya dan Ardian… dua nama itulah yang selama 3 bulan terakhir mengisi hari-hariku. Ardian… Dia datang pada saat dimana aku sedang merasa sangat kehilangan, hari-hariku sedang membosankan dan menyedi...