Di sebuah desa hiduplah seorang petani bernama Ivan Shcherbakov. Ia sehat, rajin, dan hidup berkecukupan bersama keluarganya. Tetangganya adalah Gabriel, anak seorang lelaki tua bernama Gordey. Selama ayah mereka masih hidup, kedua keluarga itu rukun dan saling membantu.
Suatu hari, seekor ayam betina milik menantu Ivan bertelur di halaman Gabriel. Menantu Ivan pergi ke rumah Gabriel untuk mencari telur itu, tetapi ibu Gabriel berkata tak ada telur apa pun. Terjadilah pertengkaran. Menantu Ivan menuduh mereka mencuri telur. Ibu Gabriel membalas dengan kata-kata kasar. Kedua perempuan itu saling memaki di tengah jalan.
Para lelaki pulang dan mendengar cerita dari istri masing-masing. Ivan dan Gabriel pun ikut bertengkar. Gabriel mencabut sejumput janggut Ivan dalam perkelahian itu. Ivan membawa perkara itu ke pengadilan desa.
Sejak saat itu, permusuhan di antara kedua keluarga makin menjadi. Mereka saling menuntut ke pengadilan untuk perkara-perkara kecil. Anak-anak mereka saling mengejek. Para istri saling memaki setiap hari. Mereka menghabiskan banyak uang untuk urusan pengadilan, dan pekerjaan di ladang terbengkalai.
Ayah Ivan, seorang lelaki tua yang sudah tak bisa bekerja dan hanya berbaring di atas tungku, sering menasihati anaknya. "Ivan, apa yang kau lakukan? Untuk sebutir telur, kau hancurkan kedua keluarga. Hentikanlah. Pergilah minta maaf kepada Gabriel, dan maafkan dia. Api kecil yang dibiarkan menyala bisa membakar seluruh rumah."
Tetapi Ivan tak mau mendengar. Kebenciannya terus membara.
Suatu hari, pengadilan menjatuhkan hukuman cambuk kepada Gabriel atas tuntutan Ivan. Gabriel keluar dari pengadilan dengan wajah pucat dan berkata dengan dingin, "Ia akan menyesal. Rumahnya akan terbakar lebih parah daripada punggungku."
Malam itu, Ivan melihat sesosok bayangan di dekat lumbungnya. Itu Gabriel, membawa sesuatu yang menyala. Sebelum Ivan sempat mengejarnya, jerami di atap lumbung sudah terbakar. Angin bertiup kencang, dan api menjalar ke rumah Ivan, lalu ke rumah-rumah lain. Separuh desa terbakar, termasuk rumah Gabriel sendiri.
Ivan berhasil menyelamatkan ayahnya, tetapi ayahnya terluka parah. Menjelang ajalnya, lelaki tua itu bertanya, "Ivan, siapa yang membakar desa ini?"
"Gabriel, Ayah. Aku melihatnya sendiri."
"Ivan," kata ayahnya, "Tuhan akan menanyakan kepadamu. Siapa yang sebenarnya bersalah?"
Ivan terdiam lama. Akhirnya ia berlutut di samping ayahnya dan menangis. "Aku yang bersalah, Ayah. Ampuni aku."
"Kalau begitu, jangan katakan kepada siapa pun siapa yang membakarnya. Tutupi dosa orang lain, dan Tuhan akan mengampuni dua dosamu." Lelaki tua itu pun meninggal dengan tenang.
Ivan tak pernah memberitahukan kepada siapa pun bahwa Gabriel yang menyebabkan kebakaran itu. Gabriel pun mulai takut dan malu, lalu datang meminta maaf. Kedua keluarga itu membangun kembali rumah mereka berdampingan dan hidup rukun seperti dulu. Tolstoy menulis kisah ini untuk mengingatkan bahwa pertengkaran kecil yang tak segera dipadamkan bisa menghanguskan segalanya.