c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
MISC

Ali Baba dan Empat Puluh Penyamun

KS
Kisah Seribu Satu Malam

Diterbitkan 6 Agustus 2026 • 3 Menit Baca

Di sebuah kota di Persia hiduplah dua bersaudara, Kasim dan Ali Baba. Kasim menikahi perempuan kaya dan hidup berkecukupan. Ali Baba menikahi perempuan miskin dan mencari nafkah sebagai penebang kayu.

Suatu hari, ketika Ali Baba sedang mengumpulkan kayu di hutan, ia melihat debu mengepul di kejauhan. Sekawanan penunggang kuda mendekat. Ali Baba ketakutan dan memanjat pohon. Ia menghitung: empat puluh orang, dan semuanya bersenjata. Mereka adalah penyamun.

Pemimpin mereka berdiri di depan sebuah tebing batu dan berseru, "Buka, Sesame!" Batu itu terbuka seperti pintu. Para penyamun masuk membawa karung-karung berat. Tak lama kemudian mereka keluar, dan pemimpinnya berseru, "Tutup, Sesame!" Batu itu menutup kembali.

Setelah mereka pergi, Ali Baba turun dan mencoba sendiri. "Buka, Sesame!" Batu itu terbuka. Di dalamnya ada gua yang penuh emas, perak, kain sutra, dan permata. Ali Baba mengambil beberapa karung emas secukupnya, lalu pulang dengan hati berdebar.

Istrinya ingin menimbang emas itu, dan meminjam takaran dari istri Kasim. Istri Kasim yang curiga mengolesi dasar takaran dengan lilin. Ketika takaran itu dikembalikan, sekeping emas menempel di dasarnya. Kasim pun mendesak Ali Baba menceritakan rahasianya.

Kasim yang serakah pergi ke gua dengan sepuluh ekor keledai. Ia masuk dan mengisi karung sebanyak-banyaknya. Tetapi ketika hendak keluar, ia lupa kata rahasianya. "Buka, Gandum! Buka, Jelai!" Batu itu tak bergeming. Para penyamun datang dan menemukannya di dalam gua. Kasim tak pernah pulang.

Kini para penyamun tahu ada orang lain yang mengetahui rahasia mereka. Pemimpinnya menyelidiki dan akhirnya menemukan rumah Ali Baba. Ia datang menyamar sebagai pedagang minyak, membawa empat puluh tempayan besar. Hanya satu tempayan berisi minyak. Tiga puluh sembilan lainnya berisi penyamun yang bersembunyi, menunggu isyarat untuk menyerang di malam hari.

Namun Ali Baba punya seorang pelayan perempuan yang sangat cerdik bernama Marjanah. Malam itu minyak lampunya habis, dan ia pergi ke tempayan-tempayan di halaman. Ketika ia mendekat, terdengar bisikan dari dalam, "Apakah sudah waktunya?" Marjanah tak panik. Ia menjawab dengan suara berat, "Belum. Tunggu sebentar."

Ia mengambil minyak dari satu-satunya tempayan yang berisi minyak, memanaskannya hingga mendidih, dan menuangkannya ke dalam setiap tempayan. Semua penyamun di dalamnya tewas tanpa suara. Pemimpin penyamun yang menyadari rencananya gagal melarikan diri.

Beberapa waktu kemudian, pemimpin penyamun datang lagi dengan penyamaran baru sebagai saudagar. Ali Baba mengundangnya makan malam. Tetapi Marjanah mengenali belati yang tersembunyi di balik jubahnya. Ia menari di hadapan tamu itu, dan di akhir tariannya ia menghunjamkan belati ke dada si penyamun.

Ali Baba sangat berterima kasih. Ia membebaskan Marjanah dan menikahkannya dengan putranya. Rahasia gua itu dijaga baik-baik dan digunakan dengan bijaksana untuk keluarga mereka hingga turun-temurun.

Kisah Ali Baba menjadi salah satu kisah paling terkenal dari Seribu Satu Malam. Ia mengajarkan bahwa keserakahan menjebak pemiliknya sendiri, dan bahwa kecerdikan serta keberanian, seperti yang dimiliki Marjanah, dapat menyelamatkan banyak nyawa.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari cerita rakyat “Ali Baba wa al-Arba'un Liss” (kisah klasik Timur Tengah). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik para penutur aslinya.

KS

Tentang Penulis: Kisah Seribu Satu Malam

Kumpulan kisah klasik Timur Tengah yang dituturkan Syahrazad.

Lihat Semua Karya Kisah Seribu Satu Malam →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di MISC

Rip Van Winkle
MISC 3 Menit Baca

Rip Van Winkle

Di kaki Pegunungan Catskill, di tepi Sungai Hudson, ada sebuah desa kecil yang didirikan oleh para pendatang Belanda. Di desa itu, pada masa ketika Amerika masih menjadi wilayah jajahan Inggris, hidup...

Peradilan Rakyat
MISC 10 Menit Baca

Peradilan Rakyat

Cerpen Putu Wijaya Seorang pengacara muda yang cemerlang mengunjungi ayahnya, seorang pengacara senior yang sangat dihormati oleh para penegak hukum. "Tapi aku datang tidak sebagai putramu," kata peng...

Dua Belas Putri Penari
MISC 3 Menit Baca

Dua Belas Putri Penari

Seorang raja memiliki dua belas orang putri, yang satu lebih cantik dari yang lain. Mereka tidur bersama di sebuah kamar besar dengan dua belas ranjang berjajar. Setiap malam, raja sendiri mengunci pi...