c
cerpen.web.id suara & bisikan sastra
Kembali
Ukuran Teks:
Kids

Tikus Kota dan Tikus Desa

A
Aesop

Diterbitkan 16 Juli 2026 • 2 Menit Baca

Di sebuah desa yang tenang, tinggallah seekor tikus di lubang kecil di bawah pohon ek. Rumahnya sederhana, makanannya pun sederhana: biji-bijian, kacang, dan akar-akaran dari ladang. Tetapi ia hidup bahagia.

Suatu hari sepupunya dari kota datang berkunjung. Tikus kota itu berpakaian rapi dan berbicara dengan gaya yang anggun. Tikus desa menyambutnya dengan gembira dan menghidangkan makanan terbaik yang ia punya: segenggam jelai, sepotong keju tua, dan beberapa butir kacang.

Tikus kota mencicipi makanan itu dengan wajah masam. "Sepupuku yang malang," katanya, "bagaimana kau bisa tahan hidup seperti ini? Makananmu hambar, rumahmu sempit, dan di sini sepi sekali. Ikutlah aku ke kota. Akan kutunjukkan kepadamu bagaimana rasanya hidup yang sebenarnya."

Tikus desa tergoda. Malam itu mereka berangkat ke kota. Tikus kota tinggal di sebuah rumah besar milik orang kaya. Mereka menyelinap ke ruang makan, dan mata tikus desa terbelalak. Di atas meja terhidang sisa-sisa pesta: roti lembut, kue manis, buah-buahan, dan daging panggang.

"Makanlah sepuasmu," kata tikus kota.

Baru saja tikus desa menggigit sepotong kue, pintu terbuka dengan keras. Para pelayan masuk sambil bercakap-cakap. Kedua tikus itu melompat dan bersembunyi di balik lemari dengan jantung berdebar kencang.

Ketika suasana kembali tenang, mereka keluar lagi. Tetapi baru beberapa gigitan, terdengar gonggongan anjing. Dua ekor anjing besar berlari masuk ke ruang makan. Kedua tikus itu lari tunggang-langgang dan nyaris tertangkap.

Tikus desa gemetaran di balik dinding. Ia menatap sepupunya dan berkata, "Terima kasih atas jamuanmu, Sepupu. Tapi aku akan pulang malam ini juga. Aku lebih suka makan jelai dengan tenang daripada makan kue dengan rasa takut."

Tikus desa pulang ke lubang kecilnya di bawah pohon ek. Ia makan kacangnya dengan tenang dan tidur nyenyak. Kini ia tahu, hidup sederhana yang damai lebih berharga daripada kemewahan yang penuh kecemasan.

Keterangan Salinan

Salinan adaptasi bebas dalam bahasa Indonesia oleh Redaksi cerpen.web.id dari “The Town Mouse and the Country Mouse” karya Aesop (fabel Yunani kuno). Karya aslinya berstatus domain publik. Seluruh penghargaan atas cerita ini tetap milik penulis aslinya.

A

Tentang Penulis: Aesop

Pendongeng Yunani kuno (± 620–564 SM), dikenal lewat fabel-fabelnya yang penuh pesan moral.

Lihat Semua Karya Aesop →

Tanggapan Pembaca (0)

Cerpen Lain di Kids

Di Hari Ulang Tahun
Kids 4 Menit Baca

Di Hari Ulang Tahun

Mita menutup buku yang baru selesai dibacanya. Jam dinding di kamar menunjuk pukul empat sore. “Mengapa mereka belum datang juga?” Mita bertanya-tanya. Ia menghela nafasnya karena merasa kesepian. Dia...

Tolong, Bebaskan Aku…
Kids 4 Menit Baca

Tolong, Bebaskan Aku…

Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Teman-temanku berhamburan keluar kelas. Dengan langkah gontai alu pun meninggalkan kelas. Hari ini aku malas pulang ke rumah. Aku teringat omelan Mama tadi pagi. Mam...

Rapunzel
Kids 2 Menit Baca

Rapunzel

Sepasang suami istri sudah lama merindukan seorang anak. Ketika akhirnya sang istri mengandung, ia sangat mengidamkan sayur rapunzel yang tumbuh subur di kebun sebelah. Sayangnya kebun itu milik seora...