Kancil terkenal cerdik, tetapi belakangan ia mulai sombong. Ia sering mengejek binatang lain yang dianggapnya lamban dan bodoh. Suatu hari, ia melihat seekor siput merayap pelan di tepi sungai.
"Hai, Siput! Kau lambat sekali," ejek Kancil. "Kalau kau berjalan seperti itu, kau baru sampai di ujung hutan tahun depan!"
Siput berhenti dan menatap Kancil dengan tenang. "Jangan meremehkan orang lain, Kancil. Bagaimana kalau kita berlomba lari menyusuri tepi sungai ini? Siapa yang lebih dulu sampai di pohon beringin besar di ujung sana, dialah pemenangnya."
Kancil tertawa sampai berguling-guling. "Kau menantangku? Baiklah! Besok pagi kita berlomba!"
Malam itu, Siput mengumpulkan teman-temannya. Ada ratusan siput yang tinggal di sepanjang tepi sungai. "Kawan-kawan," kata Siput, "Kancil sudah terlalu sombong. Mari kita beri dia pelajaran." Ia menjelaskan rencananya. Esok pagi, setiap siput harus bersembunyi di balik batu di sepanjang tepi sungai, masing-masing berjarak beberapa langkah. Kalau Kancil memanggil, siput yang paling dekat di depannya harus menjawab.
Pagi harinya, Kancil dan Siput bersiap di garis awal. "Satu, dua, tiga!" Kancil melesat secepat kilat. Setelah berlari cukup jauh, ia berhenti dan menoleh ke belakang. "Siput! Kau di mana?" panggilnya sambil tertawa.
"Aku di sini, Kancil!" terdengar jawaban dari depannya.
Kancil terkejut. Bagaimana Siput bisa ada di depannya? Ia berlari lebih kencang. Setelah beberapa saat, ia memanggil lagi. "Siput!"
"Aku di sini!" jawab suara dari depan lagi.
Kancil panik. Ia berlari sekuat tenaga hingga napasnya tersengal-sengal. Setiap kali ia memanggil, Siput selalu menjawab dari depannya. Akhirnya, dengan tubuh lemas dan kaki gemetar, Kancil tiba di pohon beringin. Di sana, seekor siput sudah menunggunya dengan tenang.
"Kau terlambat, Kancil," kata Siput.
Kancil terduduk kelelahan dan tak bisa berkata apa-apa. Untuk pertama kalinya, ia dikalahkan. Ia menunduk malu dan meminta maaf karena telah mengejek Siput.
Siput tersenyum. "Tak apa, Kancil. Kau memang cepat dan cerdik. Tapi jangan pernah meremehkan orang lain. Setiap makhluk punya kelebihannya sendiri, dan kebersamaan bisa mengalahkan kesombongan."
Sejak hari itu, Kancil tak lagi mengejek binatang lain. Dongeng ini mengajarkan bahwa kesombongan akan membawa kekalahan, dan bahwa kerja sama bisa mewujudkan hal yang tampaknya mustahil.