Seorang petani tua yang rajin merasa ajalnya sudah dekat. Ia memiliki sebidang ladang anggur yang luas, hasil kerja kerasnya seumur hidup. Ia juga memiliki tiga orang putra yang sudah dewasa, tetapi mereka malas dan lebih suka bersenang-senang daripada bekerja.
Petani tua itu khawatir. Bila ia meninggal, ladang anggurnya akan terbengkalai dan anak-anaknya akan jatuh miskin. Ia memikirkan cara agar anak-anaknya mau bekerja.
Suatu hari, ia memanggil ketiga putranya ke samping ranjangnya. Dengan suara lemah, ia berkata, "Anak-anakku, waktuku tak lama lagi. Aku ingin memberitahu kalian sebuah rahasia. Di ladang anggur kita, aku telah mengubur sebuah harta karun. Carilah harta itu setelah aku tiada."
"Di mana tepatnya, Ayah?" tanya anak sulung dengan mata berbinar.
Tetapi petani tua itu sudah terlalu lemah untuk menjawab. Tak lama kemudian, ia meninggal dunia.
Setelah pemakaman, ketiga putra itu bergegas ke ladang anggur membawa cangkul dan sekop. Mereka menggali dengan penuh semangat. Mereka menggali di bawah setiap pohon anggur, di setiap sudut, dan di setiap jengkal tanah. Hari demi hari mereka bekerja dari pagi hingga senja, membalikkan tanah di seluruh ladang.
Tetapi mereka tak menemukan harta karun apa pun. Tak ada peti emas, tak ada kantong perak, tak ada permata. Mereka sangat kecewa dan merasa ditipu oleh ayah mereka.
Namun ketika musim panen tiba, terjadilah sesuatu yang menakjubkan. Karena tanahnya sudah digemburkan dengan sangat baik, pohon-pohon anggur tumbuh subur luar biasa. Buahnya lebat, besar-besar, dan manis. Panen tahun itu jauh lebih melimpah daripada tahun-tahun sebelumnya.
Mereka menjual hasil panen itu dan mendapatkan uang yang sangat banyak. Barulah ketiga putra itu mengerti maksud ayah mereka.
"Ayah tidak berbohong," kata si bungsu sambil tersenyum. "Memang ada harta karun di ladang ini. Harta itu adalah kerja keras."
Sejak saat itu, ketiga bersaudara itu bekerja dengan rajin di ladang anggur mereka setiap tahun, dan mereka hidup makmur. Fabel Aesop ini mengajarkan bahwa kerja keras adalah harta yang sesungguhnya.