Memang halamannya cukup luas, rumah itu berdiri ditanah seluas kurang lebih 2 hektar. Rumah yang besar tersebut jarang dihuni, paling-paling yang menghuni pembantunya saja, itupun hanya 1 orang. Karena rumah tersebut hanya sebagai persinggahan pemiliknya saja, dan hanya di singgahi paling sebulan atau 2 bulan sekali.

Banyak cerita-cerita serem pernah ku dengar dari pembantu di rumah itu, yang katanya dia sering sekali mendengar suara cekikian seorang perempuan dan penampakan berupa wanita dengan rambut panjang, aku bertanya pada penjaga rumah itu apa dia tdk takut, dia menjawabnya karena sudah biasa, jadi ya tidak takut lagi. Tapi aku sangat takut kalau lewat rumah tersebut karena cerita-cerita yg sering kudengar itu, dan akupun tidak pernah menoleh ke rumah tersebut bila sedang berjalan didepan rumahnya.

Aku sedikit lega akhirnya rumah tersebut dibongkar dan di jadikan lapangan futsal oleh pemiliknya. Wah lega deh rasanya, tempat ini bakalan jadi rame pikirku. Benar sich ternyata tempat itu jadi rame dan tdk menakutkan lagi, karena banyak sekali yang main futsal di tempat itu.

Namun ternyata cerita menyeramkan itu kembali lagi kudengar. Menurut penjaga futsal tersebut, bila sudah lewat tengah malam sering terdengar lagi suara cekikikan seorang perempuan. Kadang-kadang terdengar gemercik suara air seperti sedang dimainkan, dan bola futsal yang sedang dimainkan, dan yang lebih menyeramkan lagi. Pernah penjaga futsal tersebut melihat seorang wanita bergelantungan dengan rambut yang menjuntai kebawah di pohon mangga tetanggaku, yang berada kira-kira 10 meter dari rumahku.

Iiihh..takut....ternyata cerita menyeramkan itu kembali lagi kudengar.... Tapi alhamdulillahnya aku tidak oernah diganggu dan tdk pernah menampakan wujudnya didepanku, kalau itu terjadi pastilah aku pingsan....

Sejak aku mendengar hal-hal tersebut aku tdk pernah berani lagi main ke futsal tsb dan tdk pernah berani untuk melihat ke pohon mangga tetanggaku bila malam telah tiba..... (Seperti yang diceritakan Sulis)

Diambil dari www.astaga.com