IndoCerpen Sites

Recent News

Ingin Menjadi Penulis/ COntributor ?

Buat anda2 yang mau bergabung bersama penulis/contributor cerpenweb lainnya silahkan mendaftarkan diri anda sekarang juga dan jangan lupa kirimkan email anda ke angel@angel.web.id atau admin@cerpen.web.id
Terima kasih
» Read More

Sample News Item

Selamat datang di situs Cerpen Indonesia. Di sini kamu bisa melihat dan membaca cerpen-cerpen indonesia mulai dari legenda sampai drama percintaan. Buat kamu-kamu yang pingin ngisi cerpen langsung aja daftar atau kirim email ke angel@angel.web.id .. tak tunggu yah .. salam dari webmaster ginanjar rahardi
» Read More
View News Archive

Recent Articles

Anak Soleh dan Kedua Orang Tuanya

Nabi Musa adalah satu-satunya Nabi yang bisa berbicara dengan Allah SWT setiap kali dia hendak bermunajat, Nabi Musa akan naik ke Bukit Tursina. Di atas bukit itulah dia akan berbicara dengan Allah. Nabi Musa sering bertanya dan Allah akan menjawab pada waktu itu juga. Inilah keistimewaan Nabi Musa yang tidak ada pada nabi-nabi lain. Suatu hari Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Ya Allah, siapakah orang di surga nanti yang akan bersama denganku?”.

Anak SD Dermawan

Seorang nenek tua yang sudah renta menawarkan dagangannya, kue tradisional. Satu kantong plastik dibandrol dengan harga Rp 5.000. Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena merasa iba, dan Aku tak tega melihat kondisinya yang sudah tua renta untuk berjualan, seolah batinku rasanya tersentuh untuk membeli dagangannya, dan akhirnya Aku membeli satu plastik.

Pahit Pada Akhirnya

Hari-hari membosankanpun telah terlewati . Tinggal aku menunggu hasil penerimaan mahasiswa.  Sambil menunggu, aku berlibur di rumah sendirian karena ayah, ibu ,dan kakak pulang ke jakarta. Otomatis aku sendirian di bandung, Tidak ada pembantu adapun supir yang juga ikut ke jakarta.
Hari Ini Senin, dan aku harus mengecek status ku di kampus tujuanku. Karna kumalas pergi sendirian aku mengajak  Ghina untuk menemaniku dan kebetulan juga dia satu tujuan denganku. Akupun BBM Ghina.

Janji Terakhir

Cerpen Cinta Sedih Pagi ini dia datang menemuiku, duduk di sampingku dan tersenyum menatapku. Aku benar-benar tak berdaya melihat tatapan itu, tatapan yang begitu hangat, penuh harap dan selalu membuatku bisa memaafkannya. Aku sadar, aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangan dia., meski dia sering menyakiti hatiku dan membuatku menangis. Tidak hanya itu, akupun kehilangan sahabatku, aku tidak peduli dengan perkataan orang lain tentang aku. Aku akan tetap memaafkan Elga, meskipun dia sering menghianati cintaku.

Sepotong Hati yang Mengharukan

Aku hanya menatap wajah kakek penuh dengan kebingungan.
“ kamu kenapa sayang??” tanya kakek tersenyum.
“ aku hanya bingung, bukankah tadi kakek minta ditemani untuk membeli kado tetapi mengapa sekarang kita malah ke tempat ini?” ucapku.
Kakek hanya membalas dengan senyuman.
Setelah membeli setangkai mawar putih dan taburan bunga, kami beranjak pergi dari toko bunga itu.
“ sebenarnya seseorang yang sedang berulang tahun pada hari ini siapa kek? Mengapa kado yang kakek berikan begitu romantis?”
“ yang pasti untuk seseorang yang romantis juga.” Ucap kakek singkat dan senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya.
“ ehm.... aku tahu, pasti taburan bunga – bunga itu akan kakek sebar di depan rumahnya dan setelah itu, kakek akan mengetuk pintu rumahnya dan memberikan mawar putih ini, iya kan?” ucapku meledek.

Tanpa Kekasih

Setalah genap sebulan aku jadian dengan Bayu, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya hidupku, Bayu adalah segalanya bagiku. Aku mencinta dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini berbuah kebahagiaan.

Telah sekian lama aku merasa menanti Bayu menjadi milikku seutuhnya. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang aku dan Bayu yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Bayu, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Bayu, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan.

Segelas Air Untuk Guruku

Anis berlari mengendap-endap kedalam kelas. Sekolah masih sepi, belum seorang pun siswa datang. Seperti kemarin juga, kemarinnya lagi Anis meletakkan segelas air putih ke meja ibu guru, setelah itu ia kembali berlari keluar. Anis kembali ke warung kecil ibunya yang terletak dibelakang sekolah.

"Kau dari mana, Nak?" Tanya ibunya ketika Anis tiba.

"Mmm.. Anis dari kelas sebentar" Jawab Anis sambil kembali melanjutkan pekerjaannya yang tadi tertunda.

Sebelum sekolah, Anis memang terbiasa membantu ibunya menyiapkan dagangan di warung kecil mereka.
No articles found.